Melki: Laga 16 Besar Liga 3 Batal, Jika Ada Mafia Bola

  • Whatsapp
PSN Ngada
PSN Ngada

NTTTERKINI.COM, Kupang – Anggota DPR RI asal Nusa Tenggara Timur (NTT) l, Melki Laka Lena mendesak Satuan tugas (Satgas) antimafia bola untuk melakukan investigasi terkait laporan tim liga 3 dari NTT, PSN Ngada yang diberi sanksi secara sepihak oleh Komisi disiplin liga 3.

“Masih ada ruang bagi PSN Ngada yakni menunggu hasil investigasi dari Satgas Mafiabola. Kami akan kawal laporan ini,” tegas Melki kepada Tempo, Kamis, 19 Desember 2019.

Bacaan Lainnya

Dia mengaku telah menyampaikan ke manager dan pelatih PSN Ngada terkait masalah itu. Jika hasil investigasi menemukan adanya pelanggaran atau mafia yang dilakukan oleh panitia dan komisi dispilin, maka semua yang terlibat akan diproses hukum.

Selain itu, hasil pertandingan yang dimainkan pada laga 16 besar akan dibatalkan, karena adanya temuan dari Satgas antimafia bola. “Jika terbukti akan diproses hukum dan hasil pertandingan 16 besar dibatalkan,” tegasnya.

Persatuan sepakbola Ngada (PSN) telah  mengadukan komisi disiplin dan wasit liga 3 ke Satgas antimafia bola.

“Kami sedang berada di Mabes Polri untuk melaporkan dugaan mafia bola yang terjadi di liga 3 Indonesia,” kata Pelatih PSN Ngada, Kletus Gabe.

Baca Juga :  Liga 3 ETMC, Lima Tim Hampir Pasti Lolos

Laporan ini disampaikan PSN Ngada, karena sanksi yang dikeluarkan komdis liga 3 bagi tim tersebut sangat merugikan PSN Ngada.

Dalam surat komdis liga 3, PSN Ngada dikurangi 3 poin karena memainkan pemain yang tidak sah, Kiken Wea akibat akumulasi kartu kuning. Namun faktanya, kata Kletus, pada laga lanjutan 32 besar Liga 3 Nasional melawan GASPA 1958 Palopo, Sabtu, 14 Desemeber 2019 lalu yang berakhir imbang 1-1. Hanya 2 pemainnya yang mendapat kartu kuning, tidak termasuk Kiken Wea.

“Saat pertandingan melawan Palopo, pemain kami Kiken Wea sama sekali tidak menerima kartu kuning dari wasit. Tapi kenapa di catatan hasil pertandingan muncul kalau Kiken dapat kartu kuning pada menit ke 60,” bantahnya.

Akibatnya pada laga selanjutnya melawan
Putra Sunan Giri (PSG) di Stadion Gelora Joko Samudro, Senin, 16 Desember 2019, PSN Ngada, Kiken Wea dilarang bermain. “Kami melakukan protes ke panitia, dan match com yang akhirnya menyatakan Kiken bisa bermain, makanya dia bermain saat lawan PSG,” tegas Ferdy.
Usai laga PSN Ngada versus PSG tersebut, yakni pada Selasa, 17 Desember 2019 pagi, panitia mengeluarkan surat sanksi disiplin bagi tim PSN Ngada yang dinilai sangat merugikan PSN Ngada.

Dia mengatakan pihaknya sudah mengecek catatan hasil pertandingan melawan Palopo melalui video live streaming sama sekali tidak ditemukan ada kejadian Kiken Wea menerima kartu kuning dari Cahya Sugandi, Wasit yang memimpin pertandingan.

Baca Juga :  PSN Ngada Adukan Komdis Liga 3 ke Mabes Polri

Selain mengadukan ke Mabes Polri, PSN Ngada juga akan adukan dugaan mafia bola ini Komisi X DPR RI.

Dalam surat Komdis Liga 3 Nasional ada sejimlah sanksi yang merugikan tim asal Provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut, antara lain, pihak panitia memutuskan,

Pertama, menyatakan PSN Ngada telah melakukan pelanggaran Kode Disiplin dan Regulasi Liga 3 Nasional dengan memainkan pemain tidak sah di dalam pertandingan.

Kedua, menghukum tim PSN Ngada dengan kalah 3-0 dari tim Putra Sunan Giri dan dikenakan sanksi denda sebesar tiga puluh juta rupiah.

Ketiga, menghukum tim PSN Ngada dengan sanksi pengurangan tiga poin.

Keempat, pengulangan terhadap pelanggaran tersebut di atas akan berakibat pada hukuman yang lebih berat.

Kelima, memerintahkan tim PSN Ngada untuk tunduk dan patuh pada keputusan ini.

Dalam surat tersebut juga dikatakan, terhadap keputusan ini tidak dapat diajukan banding sesuai dengan pasal 119 kode disiplin PSSI tahun 2018.

Surat tersebut tertanggal Gresik, 16 Desember 2019, bertandatangan panitia disiplin, Ketua Hasdiansyiah dengan tembusan surat kepada PSSI, Asosiasi PSSI Provinsi Jawa Timur, Klub Liga 3 Nasional grup F dan yang bersangkutan. (Ado)

loading...

Pos terkait