Wali Kota Kupang Ancam Copot Lurah Timbun Bansos

  • Whatsapp
Bagikan :


NTTTERKINI.ID, Kupang – Wali kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jefri Riwu Kore akan memberhentikan lurah, jika tidak segera menindaklanjuti Bantuan Sosial (Bansos) yang harus didistribusikan ke masyarakat penerima.

“Kami sudah langsung tindak lanjuti khusus mengenai hal itu. Kami serius mengurus persoalan ini. Kami lihat para lurah, jika belum dibagikan kita langsung berhentikan,” tegas Jefri, Jumat, 23 Oktober 2020.

Sebelumnya, berdasarkan hasil Inspeksi Mendadak (Sidak) Dinas Sosial ke kelurahan ditemukan bansos berupa kebutuhan pokok yang seharusnya disalurkan ke warga penerima, ternyata masih ditimbun, akibatnya tidak semua warga mendapatkan bantuan tersebut.

“Kami segera evaluasi para lurah dan lihat lagi, apakah masih tetap menumpuk, ini  bukan milik nenek moyang, harus dibagikan segera ke masyarakat penerima,” tegas Jefri lagi.

Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodowyk Djungu Lape mengatakan khusus paket-paket bansos yang masih ada di kelurahan terutama Jaring Pengaman Sosial (JPS) dari provinsi memang masih menumpuk di beberapa kelurahan, karena memang pihak kelurahan berhati- hati dalam pendistribusian bagi warga penerima.

Namun bansos tersebut mesti tersalurkan dalam jangka waktu dua bulan, karena masih ada lanjutan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp300 ribu.

“Khusus bansos memang masih beberapa kelurahan yang menumpuk, kerena mungkin kehati-hatian pihak kelurahan, namun tidak bisa lama juga karena sudah didesak oleh provinsi agar dipercepat, karena masih ada bantuan lanjutan berupa uang tunai,” kata Lodowyk.

Salah satu kriteria penerima bansos kebutuhan pokok yang memenuhi syarat adalah warga miskin berdasarkan bukti Kartu Keluarga (KK) terdampak Covid-19 dan pekerja-pekerja sektor formal yang terdampak mengalami pengurangan penghasilan. (Lid)

Baca Juga :  Golkar bagi Sembako kepada Wartawan NTT

Pos terkait