Transformasi Humas di Era Digital dan Adaptasi Kebiasaan Baru

  • Whatsapp
Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Bidang Humas (Hubungan Masyarakat ) pada lembaga Pemerintahan Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki peran penting sebagai  komunikator publik dalam mensosialisasikan kebijakan, 
memberikan pelayanan, menyebarluaskan pesan atau informasi serta mengedukasi masyarakat mengenai kebijakan hingga program-program kerja lembaganya kepada masyarakat.

“Ada beberapa hal yang menjadi peran dari humas sebagai corong dari suatu pemerintahan. Humas harus proaktif di era digital dan masa adaptasi kebiasaan baru,” kata Dosen Komunikasi Politik Undana, Arcy Deo Datus saat workshop penguatan kapasitas, Kamis, 3 Desember 2020.

Seiring dengan perkembangan era digital dan keterbukaan informasi publik, peran humas semakin strategis, sehingga hubungan kerja antar humas dan media massa sebagai sumber penyebarluasan informasi hingga ke publik harus menjadi relasi yang membawa dampak positif.

Sebagai komunikator publik, fungsi humas pemerintah harus mensosialisasikan kebijakan lembaganya, memberikan pelayanan, menyebarluaskan pesan atau informasi serta mengedukasi masyarakat mengenai kebijakan hingga program-program kerja lembaganya kepada masyarakat.

Humas juga bertindak sebagai mediator yang proaktif dalam menjembatani kepentingan instansi pemerintah di satu pihak, dan menampung aspirasi serta memperhatikan keinginan-keinginan publiknya dilain pihak, dan berperan menciptakan iklim yang kondusif.

Manajemen komunikasi yang baik diharapkan mampu membangun ruang publik yang memberikan kanal bagi proses komunikasi dan interaksi seimbang antara pemerintah dengan publik dan sebaliknya.

Namun demikian, realita menunjukan sebagian besar humas pemerintah belum menjalankan tugas dan fungsinya. Masih banyak kendala yang dihadapi seperti kompetensi SDM, pola koordinasi, program kegiatan, kelembagaan, dan sinergitas antar instansi dalam persiapan berbagai informasi unum bagi publik.

Ketua AJI Kupang, Marthen Bana mengatakan peran humas dan media massa sangat erat kaitan dalam menyampaikan informasi bagi masyarakat, keduannya memiliki fungsi membentuk nilai berita di mata publik.

Media massa mengarahkan nilai berita pada kepentingan masyarakat, sedangkan humas mengarahkan kepentingan pada lembaga.

“Media massa sebagai kekuatan startegis dalam menyebarkan informasi sehingga humas harus juga bisa menjaga hubungan baik agar konsistensi antara tujuan lembaga dan harapan masyarakat tercipta,” kata Marthen.

Membangun kepercayaan publik melalui jalur komunikasi dapat dilakukan dengan dua hal yaitu dengan menunjukan hasil kerja nyata dan menyusun strategi komunikasi efektif serta membentuk sikap serta perilaku dari orang yang diberi kepercayaan.

Humas pemerintah seharusnya dapat memenuhi kedua hal di atas dengan peran yang agar kreatif dan berpikir strategis.

Untuk itu humas pemerintah harus dapat mengenali jati dirinya sebagai produser informasi dengan mengembangkan konten informasi dan data yang proposional terhadap publik, utamanya mengenai kinerja lembaganya. Pada hakikatnya, pemerintah harus menjalankan fungsi publiknya secara produktif, efektif dan efisien.

Humas pemerintah juga dituntut bersinergi dan berkoordinasi menjaga citra pemerintah secara keseluruhan dan biarkan publik yang akan menilai baik atau buruknya citra pemerintah secara keseluruhan. (Lid)

Baca Juga :  Rombak Struktur, Pemkot Kupang Hapus Bagian Humas

Pos terkait