Tolak Pungutan Liar, Mahasiswa Unimor Segel Ruang Rektor

Bagikan :

NTTTERKINI.COM, Kefa – Ratusan mahasiswa Universitas Timor (Unimor) di Kefa, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyegel ruang rektorat, Selasa, 19 Februari 2013. Pasalnya, mahasiswa menolak pungutan Rp 100 ribu per hari yang dibebankan, jika terlambat melakukan registrasi.

Mahasiswa yang beringas menyeberobot masuk ke ruang rekrorat mencari para petinggi universitas itu untuk mempertangggungjawabkan pungutan sebesar Rp 100 per hari bagi mahasiswa yang terlambat membayar registrasi.

Baca Juga :  Siswi SMP "Digarap" Pamannya

Bacaan Lainnya

Namun, upaya mahasiswa untuk mencari petinggi universitas itu tak berhasil, karena tidak ada satu pun pihak rektorat di ruang tersebut. Mahasiswa yang semakin beringas, kemudian mengusir seluruh pegawai di ruang tata usaha.

Baca Juga :  Ibu dan Anak Tewas Terseret Arus Sungai

Aksi mahasiswa kemudian berlanjut dengan penyegelan ruang rektorat menggunakan kursi dan meja. Polisi yang tiba di lokasi tidak bisa berbuat banyak, karena tidak dihiraukan mahasiswa.

Koordinator mahasiswa anti penidasan, Raymundus Aluman meminta apatar penegak hukum menyelidiki dugaan korupsi di universitas tersebut, karena banyak pungutan dari mahasiswa yang tidak jelas. “Banyak pungutan, tapi realisasinya hanya tinggal janji,” katanya.

Baca Juga :  Yoseph Tanu Bangun Kebun Eden Motivasi Pemuda TTU

Salah satunya, pungutan sebesar Rp 300 ribu untuk kursus komputer yang hinggi realisasinya tak pernah terpenuhi. Begitupun dengan janji pengadaan laboratorium biologi bagi mahasiswa yang belum terwujud. Sementara itu, pihak universitas Timor belum berhasil dikonfirmasi terkait dengan pungutan liar tersebut. (Ado)


Bagikan :

Pos terkait