Terima Penghargaan dari Bank NTT, Pengamat: Ini Gratifikasi Secara Tidak Langsung

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Bank NTT memberi penghargaan tertinggi kepada Kepala Kejaksaan tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT), Yulianto atas dedikasinya dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi pemberian fasilitas kredit modal kerja dan kredit investasi pada Bank NTT cabang Surabaya Tahun Buku 2018.

Padahal Kejati NTT sedang menangani kasus dugaan korupsi MTN Rp 50 miliar di Bank NTT.

Karena itu, pengamat hukum, Mikhael Feka menilai pemberian penghargaan itu sebagai bentuk gratifikasi secara tidak langsung.

Baca Juga :  Kejati Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Kredit Macet Bank NTT

“Sebab terima penghargaan dalam konteks perkara sementara berjalan, bisa dimaknai oleh publik sebagai pemberian gratifikasi secara tidak langsung,” kata Mikcael Feka kepada wartawan, Senin, 20 Desember 2021.

Harusnya, menurut dia, Kajati NTT menolak atau pending pemberian perhargaan itu, karena kasus dugaan korupsi MTN Bank NTT senilai Rp50 miliar masih dalam proses penanganan oleh Kejati NTT.

“Eloknya Kajati tolak atau pending dulu hingga penanganan perkara dugaan korupsi MTN yang diduga melibatkan Dirut Bank NTT selesai,” katanya.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Optimis Jonas Salean Tidak Bersalah

Kerena, menurut dia, pemberian penghargaan ini secara psikologi akan mengganggu kinerja Kejati dalam menangani kasus dugaan korupsi di Bank NTT.

Disisi lain, dia memberikan apresiasi kepada Kejati NTT yang telah membantu masyarakat NTT dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi, terutama kasus-kasus besar.

“Secara pribadi, saya beri apresiasi kepada kejati NTT, karena telah menulihkan kerugian negara yang sebagian telah dikembalikan ke Pemda,” katanya.

Bank NTT diwakili Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho memberikan penghargaan tertinggi kepada Kejati dalam penegakan hukum di NTT yang diterima Kajati NTT, Yulianto pada puncak perayaan HUT NTT ke-63 di Aula Eltari.

Baca Juga :  Kejati Didesak Tetapkan Tersangka Kasus MTN Rp50 Miliar Bank NTT

Sebelumnya Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim seperti dilansir realitarakyat online pada 7 November 2021, menegaskan Kajati NTT, Yulianto menolak diberikan penghargaan oleh salah satu institusi terkait penyelamatan keuangan negara.

“Iya benar. Kajati NTT mau diberikan penghargaan oleh salah satu institusi, namun ditolak secara tegas oleh Kejati, Yulianto,,” kata Abdul. (Ado)


Bagikan :