Tak Ada Rekam Medis, Almarhum Endang Giri Disebut Positif Covid 19

  • Whatsapp
Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Keluarga besar Almarum (Alm) Endang Giri mendatangi Komisi V DPRD NTT, Rabu, 2 November 2020 terkait vonis RS Leona yang menyatakan Alm Endang Giri meninggal akibat positif Covid-19. Sedangkan hasil rekam medis hingga kini tak diterima keluarga.

Adik Kandung alm Endang, Elvis Tomy Giri mengatakan sampai saat Ini pihak Keluarga Besar Giri belum mendapatkan rekam medis/copyan rekam medis dan hasil swab yang menyatakan alm Endang meninggal akibat positif Covid-19.

“Berkaitan dengan kematian saudara kekasih kami di Rumah Sakit Leona, Kupang, yang divonis positif Covid-19. Sampai saat ini kami selaku Keluarga belum mendapatkan rekam medis/copyan rekam medis dan hasil swab yang menyatakan alm meninggal akibat positif Covid-19,” kata Elvis saat menyampaikan kronologis atas kematian alm Endang Giri di Komisi V DPRD NTT.

Karena Itu kata dia, pihak keluarga besar Giri mendatangi Komisi V DPRD NTT untuk mendapatkan solusi atas masalah ini.

Dia mengatakab, sejak alm Endang Giri meninggal pada 9 November 2020 lalu, pihak Rumah Sakit Leona belum memberikan Informasi apa pun kepada pihak keluarga, baik data medis maupun pengurusan administrasi.

Ia mengatakan sebagai Keluarga Besar Giri tidak mempermasalahkan kematian almarumah Endang Giri.

“Karena percaya bahwa itu adalah kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan hal itu telah kami sampaikan kepada pihak RS Leona melalui surat pada 12 November 2020,” ujarnya

Dalam surat kepada RS Leona menyebutkan percaya bahwa para dokter dan petugas medis telah memberikan pelayanan dan perawatan terbaik untuk almarumah Endang Giri.

Pihak Keluarga juga menyampaikan terima kasih atas semua pelayanan yang sudah diberikan oleh pihak rumah sakit, terutama para petugas medis yang telah menangani alm hingga berpulang.

“Tetapi sampai saat ini pihak RS Leona belum menyampaikan rekam medis/copyan rekam medis dan hasil swab alm kepada pihak keluarga, kendati telah meminta secara resmi melalui surat. Manajemen RS Leona justru meminta keluarga untuk bersurat lagi setelah dimediasi oleh Ketua Ombudsman NTT,” ujarnya.

Anggota Komisi V DPRD NTT, Ana Waha Kolin mengatakan Komisi V DPRD NTT akan melakukan uji petik di Rumah Sakit Leona.

Pihak keluarga Alm Endang Giri ini meminta agar ada ruang informasi dari Rumah Sakit Leona agar bisa terbuka lebar.

“Kalau memang covid-19, ok. Inikan mati hidup di tangan Tuhan. Dan mereka tidak mempersoalkan. Hanya kran ini tidak pernah dibuka oleh pihak Rumah Sakit Leona. Ini yang membuat keluarga berang,” tegas Ana Kolin.

Politisi PKB itu menegaskan kalau ruang ini tidak di buka Rumah Sakit Leona, maka otomatis Rumah Sakit Leona memberi peluang untuk covid-19 semakin merajalela.

“Karena mereka tidak pernah menyampaikan info detail soal covid-19. Sedangkan,” tegasnya lagi.

Seharusnya, ujar dia, Rumah Sakit harus menyampaikan informasi ke media dan ke satgas covid-19 yang berkaitan dengan penanganannya.

Bahkan dia menyebut pelayanan di Rumah Sakit Leona buruk terhadap penanganan covid-19.

“Kenapa ruang itu tidak dibuka. Sedangkan satu sisi keluargakan sudah bersurat ini. Keluarga sudah bersurat,” katanya

Dia berharap manajemen Rumah Sakit Leona agar bisa melihat program ini sebagai sebuah persoalan yang tidak boleh dianggap remeh.

“Karena ini menyangkut pandemi. Seluruh mahluk di bumi ini tidak luput dari persoalan covid-19,” tuturnya.

Ia mengatakan apa yang dilakukan oleh keluarga Alm Endang Giri ini sebagai bentuk tuntutan masyarakat terhadap penanganan covid-19.

“Dan disini negara harus hadir sebagai sebuah persoalan yang boleh dipermainkan. Kami komisi V harus respon ini. Tidak boleh diam-diam saja,” tegasnya. (*/Ado)

Baca Juga :  Ketua DPRD NTT Serukan Pilkada Damai

Pos terkait