Surat Edaran Walikota Kupang, Warga Boleh Gelar Pesta

  • Whatsapp
Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore membatalkan surat edaran Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang melarang warga untuk menggelar pesta.

Pembatalan surat larangan itu berdasarkan surat edaran yang baru Nomor Pem 940/86/IX/2020 tentang rekomendasi pencegahan penyebaran covid-19 di NTT. Dimana salah satu isinya meniadakan sementara waktu pesta dan perayaan yang mengumpulkan banyak orang dibatalkan.

Perayaan yang menghadirkan banyak orang dibatasi jumlah undangan dan menerapkan protokol kesehatan. “Ini sesuai edaran baru Gubernur NTT. Kita ikut saja apa mau beliau,”kata Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, Jumat 25 September 2020.

Selain membatalkan larangan pesta, Pemerintah Kota Kupang juga akan mengkaji kenbali pemberlakuan Work From Home (WFH) bagi ASN dan PTT. “WFH akan kita kaji lagi,” tegasnya.

Pembatalan surat edaran ini mendapat respon dari DPRD Kota Kupang yang meminta Pemkot Kupang tegas dalam menjalankan surat edaran yang telah dikeluarkan.

“Jangan satu hari dibuat lalu besok dibatalkan. Pemerintah harus tegas. Ini persoalan akhirnya masyarakat jadi bingung,” kata Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe.

Seharusnya, menurut dia, pemkot memberlakukan dulu edaran semula, karena adanya grafik kenaikan kasus penderita covid-19. Jangan terpengaruh dengan surat edaran Gubernur NTT.

“Kita kan otonomi, kita yang punya rakyat, kita tidak seenaknya harus ikut. Pemimpin harus tegas, apalagi ada tambahan kasus,” tambah Yes.

Sebelumnya Pemkot Kupang telah mengeluarkan edaran berkaitan dengan status zona coklat atau dengan resiko penyebaran covid 19 sangat tinggi dengan
Nomor BKPPD.443.1/1066/IX/2020 tertanggal 23 September 2020, tentang penyesuain sistem kerja dan pemberian keterangan satuan tugas penanganan Covid-19.

Sedangkan edaran Nomor Pem 440/II/84/IX/2020 tentang rekomendasi pencegahan penyebaran Covid-19 terkait sosialisasi penggunaan masker, kebiasaan cuci tangan dan menjaga jarak, melakukan antisipasi varian baru Covid-19, meningkatkan upaya tracking, menindak tegas pada para pihak yang melanggar protokol kesehatan Covid-9 serta meniadakan sementara waktu perayaan-perayaan, terutama pesta yang mengumpulkan banyak orang.

Namun di hari yang sama edaran tersebut di cabut kembali dengan ketentuan WFH bagi ASN dan PTT di kaji kembali dan perayaan pesta dapat diadakan dengan tetap menggunakan protokol kesehatan. (Lid)

Baca Juga :  Garda NTT di Jakarta Salurkan Bantuan bagi Mahasiswa

Pos terkait