Ribuan Keluarga Tidak Mampu Terima Bantuan Beras

  • Whatsapp
Bagikan :

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore saat serahkan beras bantuan

NTTTERKINI.ID, Kupang – Sebanyak 11.351 keluarga berpenghasilan rendah atau tidak mampu di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima bantuan beras dari Kementrian Sosial RI.

Bacaan Lainnya

“Bantuan sosial beras ini merupakan salah satu program jaring pengaman sosial dalam rangka penanganan dampak wabah Covid-19,” kata Wali kota Kupang, Jefri Riwu Koreh, Kamis, 17 September 2020.

Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan berbagai program yang menyentuh kebutuhan dasar, khususnya bagi warga yang berpenghasilan rendah atau tidak mampu.

Baca Juga :  Pemkot Kupang Cabut Status Tanggap Darurat Puting Beliung

Untuk dampak sosial ekonomi yang melanda Kota Kupang, pemerintah menyiapkan sebesar Rp 75 milliar  dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) bagi bantuan sosial dampak Covid-19 untuk keluarga berpenghasilan rendah.

Selain itu adapula dana sebesar Rp48 milliar bersumber APBN  guna menyiapkan beberapa skema bantuan sosial, antara lain bantuan sosial reguler termasuk di dalamnya bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial pangan Sembilan Bahan Pokok (sembako). Adapula bantuan sosial reguler bidang rehabilitasi dengan total anggaran sebesar Rp822 juta.

“Apa yang dilakukan pemerintah sesuai dengan visi dan misi pembangunan Kota Kupang serta upaya global dalam menanggulangi dampak Covid-19, bukan bidang kesehatan saja namun menimbulkan krisis kemanusiaan, ekonomi dan sosial,” tambah Jefri.

Baca Juga :  Bansos Kota Kupang Ditimbun di Kantor Kelurahan

Kepala Dinas Sosial, Lodowyk Djungu Lape megatakan bantuan sosial beras tersebut merupakan bagian dari program Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang digaungkan pemerintah pusat melalui kementrian sosial dengan sasaran keluarga tidak mampu.

Tiap keluarga tidak mampu akan menerima bantuan beras sebanyak 15 kg tiap bulan selama tiga bulan  terhitung Agustus-Oktober 2020.

“Untuk penyaluran September ini diberikan sekaligus dengan jatah Agustus lalu, sedangkan untuk bulan Oktober akan disalurkan tersendiri pada bulan Oktober nanti,” kata Lodowyk.

Pola penyaluran bantuan sosial beras tersebut akan dibagikan ke penerima sesuai kecamatan tempat tinggal dengan titik distribusi pada kantor lurah masing-masing. (Lid)

Pos terkait