Ribuan Anak SD di Kota Kupang Tidak Bisa Baca Tulis

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Sebanyak 3 ribu anak tingkat Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di 51 kelurahan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak dapat membaca dan menulis secara lancar, akibat Kegiatan Belajar-Mengajar (KBM) terbatas, karena adanya pendemi Covid-19 selama dua tahun.

Akibat hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui kerja kolaboratif Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendik) dan Perguruan Tinggi di Kota Kupang meluncurkan program “Lopo Pintar”.

Program tersebut melibatkan 815 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi untuk terlibat langsung, dan mendukung pemulihan belajar melalui bimbingan khusus secara gratis setelah menyelesaikan jam pembelajaran di sekolah bagi peserta didik yang mengalami kesulitan belajar seperti membaca, menulis dan berhitung.

“Terima kasih, Dispendik sudah berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, karena tingkat kualitas pendidikan di Kota Kupang menjadi barometer seluruh daerah di NTT,” kata Pj.Walikota Kupang, George Hadjoh saat melaunching  program “Lopo Pintar”, 23 November 2022.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumul Djami mengatakan pendemi Covid-19 mengakibatkan proses pembelajaran berjalan kurang maksimal, sehingga tercatat sebanyak 3 ribu anak SD yang tidak tahu membaca dan menulis.

“Ada kurang lebih 3 ribu anak kelas 1 dan 2 SD yang tidak tahu baca dan tulis,” kata Dumul.

Ide program “Lopo Pintar”merupakan upaya untuk membawa peserta didik kembali menemukan hak-hak untuk mendapat dukungan belajar yang telah dikorbankan, karena adanya pendemi Covid-19. (Lid)


Bagikan :