Pitrad Plus Diduga Jadi Pemicu Meningkatnya Kasus HIV-AIDS

  • Whatsapp
Bagikan :

Herman Man

NTTTERKINI.ID, Kupang –  Terus meningkatnya kasus terinfeksi HIV-AIDS di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga dipicu keberadaan Panti Pijat Tradisional (Pitrad) plus yang turut menyebarkan virus tersebut.

“Kasus HIV Aids terus meningkat, sehingga kami mencari permaslahannya, tempat prostitusi liar menjadi fokus, seperti pitrad yang  jadi sumber penyebaran HIV-AIDS,” kata Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man, Jumat, 4 Desember 2020

Data kasus HIV-AIDS di Kota Kupang mencapai 1.637 kasus yang terdiri dari laki-laki sebanyak 981 orang dan perempuan 656 orang.

Berdasarkan sebaran wilayah kasus HIV-AIDS di tiap kecamatan yakni Oebobo 20 persen, Kelapa Lima dan Maulafa 19 persen, Alak 16 persen, Kota Lama 15 persen dan Kota Raja sebesar 11 persen.

Data lokasi terindikasi melakukan praktek prostitusi diantaranya Pitrad Aquarius di Oebufu, Hotel Kelapa Lima Indah, Hotel Citra, Kos HAUMA, Home stay Bintang yang berlokasi di Kelapa Lima.

Sementara di kelurahan Lasiana yakni homestay Emi Roos, kediaman Alm Bai Musa. Di wilayah Osapa ada Hotel Tiilangga kos-kosan di jalan Bumi Oesapa Selatan, dan kelurahan Kayu Putih.

“Lokasi-lokasi ini merupakan temuan lapangan adanya praktek pelayanan jasa spa, pitrad, kos atau pemondokan jadi ruang layanan jasa plus. Kita tinggal tunggu bukti, begitu dapat langsung kita tutup,” tegas Herman.

Pihaknya akan melakukan operasi gabungan serta melakukan kerjasama dengan tokoh agama untuk lakukan pembinaan secara spiritual menjadi rencana aksi penanganan tempat atau lokasi yang terindikasi melakukan praktek prostitusi ilegal. (Lid)