Pesta Kepala Daerah di NTT, Netizen: PPKM Hanya Berlaku untuk Orang Kecil

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Pertemuan kepala daerah mulai dari Gubernur, Bupati dan Sekretaris daerah (Sekda) se-NTT di Pulau Semau, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat kritik masyarakat saat penerapan PPKM guna antisipasi covid19.

Pertemuan yang dilanjutkan dengan pesta pora para pejabat itu terdokumentasi dalam bentuk foto dan video yang beredar luas di masyarakat melalui jejaring media sosial.

Netizen pun ramai-ramai menyindir para pejabat di daerah itu yang melarang masyarakat untuk berkumpul, menggelar hajatan dan lainnya. Namun para pejabat boleh berkumpul dan berpesta pora.

“Larang rakyat berpesta, eh…beliau2 besar berpesta pora. NTT beda na,” tulis salah satu akun Faccebook, Agustinus Budi Utomo Gilo Roma, Sabtu, 28 Agustus 2021.

Akun FB lainnya, Tommy Aquio menyebutkan “Klasifikasi pelanggar PPKM berdasarkan strata sosial,
* Pejabat yang dibiarkan terus berpesta
* Rakyat kecil yang harus push up
Sapa mo togor sultan,”.

“Kumpulan pejabat di Semau itu sedang bereuforia karena kasus covid di NTT sudah turun. Bereuforia dengan data covid yang amburadul. Setelah pesta di Semau berakhir, nanti ada pengumuman kasus covid naik lagi. Haruskah kita diam terus? Sekolah/kampus tutup, peribadatan di rumah-rumah ibadah dibatasi, dll. Untuk teman-teman jurnalis yg ada di sana. Semoga kita masih punya nurani utk melihat ketidakadilan ini” tulis Tommy.

Dia juga menyinggung video Bupati Sikka, Roby Idong yang sedang menyanyikan sebuah lagu di acara tersebut.

“Untuk Pak Roby Idong (Bupati Sikka) serta bupati/walikota se-NTT. Maaf, saya tidak sertakan pertanyaan untuk gub 1 dan gub 2 di sini. Bagi saya mereka itu sultan. Tidak ada yang bisa tegur mereka,” tulisnya.

“Khusus untuk pak Roby. Saat anda berada di panggung tanpa mengenakan masker untuk menyanyi, berdiri di dekat anak band yang juga tidak pakai masker”.

“Lagu Rumah Kita yang bapak bawakan itu menarik. NTT, ini rumah kita pak. Tolong jaga rumah kita agar virus covid cepat berlalu”.

“Akhir kata, saya ucapkan terimakasih untuk kalian semua para pejabat (termasuk anggota DPRD NTT) yang sudah berpesta di atas penderitaan rakyat” tulis Tommy.

Untuk diketahui para bupati/walikota dan Sekda se-NTT pada Jumat, 27 Agustus 2021 menggelar acara pengukuhan Bank NTT sebagai Bank sehat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Acara itu dilanjutkan dengan pesta pora para pejabat tanpa menerapkan protokol kesehatan. (Ado)


Bagikan :