Penganiayaan Warga Pubabu Dilaporkan ke Polda NTT

  • Whatsapp
Bagikan :

Laporan Polisi

NTTTERKINI.ID, Kupang – Kasus penganiayaan di Desa Pubabu-Besiape, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga dilakukan sejumlah oknum dari Pemerintah Provinsi NTT akhirnya dilaporkan ke Kepolisian daerah (Polda) NTT.

“Kami sudah laporkan kasus penganiayaan dan pengeroyokan ke Polda NTT jam 3 dini hari tadi,” kata perwakilan warga Pubabu-Besipae, Niko Manoe kepada media ini, Kamis, 15 Oktober 2020.

Menurut dia, dirinya melaporkan sejumlah oknum yang diduga melakukan penganiyaan terhadap ibu-ibu dan anak-anak di Pubabu.

“Kami tidak tahu siapa pelakunya. Yang kami tahu orang dari provinsi yang terlibat dalam kasus penganiayaan itu,” tegasnya.

Walaupun telah melapor ke Polda NTT, Niko mengaku belum dibuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP), karena anak-anak yang menjadi korban masih trauma, sedangkan ibu Damaris sempat pingsan.

“Belum di BAP, kami masih menunggu panggilan dari Polda NTT untuk itu,” tandasnya.

Sehari sebelumnya sejumlah warga Pubabu-Besipae dan Sat Pol PP serta sejumlah pegawai Pemprov NTT terlibat bentrok. Akibatnya seorang ibu bernama Damaris pingsan, dan sejumlah anak-anak dibanting oleh oknum di lokasi kejadian.

Namun, Plt Badan Pendapatan dan Aset Daerah, Welltly Rohi Mone membantah aksi penganiyaan itu, dan mengaku stafnya yang menjadi korban penganiyaan.

“Kepala staf saya benjol dipukul oleh ibu-ibu disana. Kami sudah lapor kasus itu ke polisi,” tegasnya. (Ado)

Baca Juga :  DPRD NTT Minta Hentikan Sementara Aktivitas di Besipae

Pos terkait