Pemprov NTT Target Kasus Stunting Turun Hingga 12 Persen

  • Whatsapp
Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan angka kasus stunting di daerah turun hingga 12 persen dari sebelumnya mencapai 30,01 persen pada 2019.

“Pemerintan Provinsi NTT menargetkan pada akhir tahun 2023, prevalensi stunting di NTT berada pada 12 persen,” kata Kepala Bapelitbangda NTT, Cosmas Lana, Senin, 30 November 2020.

Dia menjelaskan data pengukurane PPBGM tahum 2019, kasus stunting mencapai 92.110 atau 30,1 persen. Kasus Stunting menurun menjadi 87.652 atau 24 persen pada periode Agustus 2020.

Selain stunting, jelas dia, Pemerintah Provinsi juga berkomitmen permasalahan pencatatab kesahiran anak di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Target Pemerintah NTT pada 2023 sudah 100 persen kelahiran anak tercatat. Tekad Pemerintah NTT merupakankan komitmen untuk memberikan perlindungan kepeda semua anak di NTT dan nencapai target Nmbasional 100 persen anak memiliki akta lahir Pada 2024.

Kepemilikan akta kesahiran akan memberikan peluang kepada anak dalam mengakses perlindungan sosial permintah dan kayanan publik, termasuk pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Peningkatan pencatatan kelahiran anak akan berbontribusi positif pada akses anak atas pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang baik kepada anak memberikan kontribusi terhadap penunuran stunting yang menjadi permasalahan serius di NTT.

Dalam upaya mencapai target ini, maka Pemerinta provinsi NTT melibatkan berbagai pengusaha, masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh Agama.

Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan ini akan memberikan energi lebih untuk mengatasi kompleksitas persoalan yang dihadapi daerah ini.

Untuk mewujudkan itu, maka Pemerintah bekerjasama dengan Chilfund Internasional menggelar lokakarya dengan tema, Hak Anak Atas Identitas, yang akan berlangsung pada Rabu, 2 Desember 2020 di Swisbel Hotel Kupang. (Lid)

Baca Juga :  ChildFund Dorong Percepatan Pendataan Akta Lahir Anak di NTT

Pos terkait