Pemprov NTT Bantah Aniaya Warga Pubabu, Welly: Kami yang Korban

  • Whatsapp
Bagikan :

Welly Rohi Mone

NTTTERKINI.ID, Kupang – Pelaksana tugas (Plt) Badan Pendapatan dan Aset Daerah, Welly Rohi Mone membantah adanya aksi kekerasan atau penganiayaan terhadap warga Desa Pubabu- Besipae, karena justru anak buahnya yang menjadi korban kekerasan.

“Anabuah saya yang justru jadi korban hingga kepala benjol,” kata Welly kepada wartawan via telepon, Rabu, 14 Oktober 2020.

Menurut dia, kedatangan mereka ke Pubabu untuk membuka lahan guna menyukseskan program pemerintah provinsi NTT, “Tanam Jagung Panen Sapi”.

“Kami datang untuk persiapan lahan, karena dekat musim penghujan. Kami juga tidak usik warga setempat yang bolak-balik di depan kami,” katanya

Kedatangan Pemprov NTT bersama dengan Korem 161 Wirasakti Kupang untuk melihat lahan yang akan dimanfaatkan untuk program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS).

Dia menjelaskan saat mobil tangki air datang untuk mengisi air, warga melarang, sehingga terjadi tarik menarik selang antar warga dan aparat keamanan di lapangan.

Saat terjadi tarik menarik selang itu, jelasnya, seorang ibu terpeleset dan jatuh, sehingga seorang stafnya hendak membantu ibu itu untuk bangun, tapi justru dipukul oleh ibu-ibu lainnya.

“Orang belum pegang sudah jatuh. Satu ibu terpeleset, namun hendak di tolong, justru dipukul,” katanya.

Akibat penganiayaan terhadap stafnya itu, maka Welly melaporkan kasus itu ke Polsek Amanuban Selatan.

“Ini baru selesai visum. Kami sudah buat laporan, karena staf saya alami penganiayaan,” jelasnya.

Terkait video berdurari 2.50 menit bahwa terjadi aksi kekerasan di Pubabu-Besipae beredar luas di media sosial.

“Mereka seperti sinetron saja yang mau kejar tayang,” tandas Welly.

Sebuah video aksi kekerasan beredar luas di masyarakat. Dimana terjadi aksi tarik-tarik menarik antar warga dan petugas Pol PP, serta warga yang menggunakan pakaian preman. (Ado)

Baca Juga :  50 KK, Warga Pubabu-Besipae Tolak Kesepakatan dengan Pemprov

Pos terkait