Pemkot Kupang Tunggak Pembayaran Pengadaan Seragam Siswa

  • Whatsapp
Bagikan :

Dumul Djami

NTTTERKINI.ID, Kupang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendik) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga saat ini masih menunggak pembayaran pengadaan baju seragam dan alat tulis bagi 53 ribu siswa.

“Memang betul, dan sudah dibahas di sidang Banggar. Telah disepakati akan dikonsultasikan ke provinsi. Apapun keputusannya dinas siap laksanakan,” kata Kepala Dispendik Kota Kupang, Dumul Djami, Rabu, 7 Oktober 2020.

Menurut dia, proses pelelangan sudah berjalan dan telah dikerjakan untuk 53 ribu siswa dari tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Adapun sistem pembayaran yang sudah berjalan yakni untuk tas sekolah sebesar 20 persen dari total kontrak sebesar Rp4 milliar, pakaian seragam sebesar 20 persen dari total Rp5 milliar dan buku tulis sebesar 30 persen dari total pembayaran sebesar Rp1 milliar.

“Teman-teman pengusaha juga memahami kondisi ini, tidak bisa dipaksakan sehingga tidak ada masalah,” tambah Dumul Djami.

Anggota DPRD Kota Kupang, Ricard Odja mengatakan masalah ini akan dikonsultasikan ke Pemprov untuk dicari jalan keluarnya.

Apakah secara aturan dan regulasi pembayaran dibolehkan pada titik progress seperti apa?, dan anggaran mana saja yang prioritas untuk dibayarkan sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Keunagan dan Menteri dalam Negeri (Mendagri).

Namun secara otomastis wajib dibayarkan pada tahun 2021 sebagai utang pemerintah.

“Pembayaran tetap harus dilakukan, karena utang pemerintah wajib hukumnya dibayarkan. Kalau tidak bisa tahun ini maka akan dibayarkan di 2021,” kata Ricard.

Adapun beberapa anggaran yang di tunggak pembayarannya antara lain pengadan seragam dan alat tulis pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, proyek pengerjaan  jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup dengan proyek pengadaan tempat sambah mobile (konteiner). (Lid)

Baca Juga :  Disebut Terima Rp500 Juta Dari Transmart, Dewan Kota Lapor Polisi

Pos terkait