Pemkot Kupang Segera Ambil Alih PDAM Kabupaten

  • Whatsapp
Bagikan :

Johannes Ottemoesoe

NTTTERKINI.ID, Kupang – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan segera mengakiri dualisme pengelolaan air bersih antara Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kupang dan PDAM Kota Kupang.

“Memang sudah sesuai keinginan Gubernur agar ada satu pengelola, secara lisan sudah ada pembicaraan untuk jadikan satu operator pengelola air di Kota Kupang,” kata Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, Selasa, 27 Oktober 2020.

Direktur PDAM Kota Kupang, Johannes Ottemoesoe mengatakan terkait perebutan aset dualisme pengelolaan air bersih antara PDAM Kabupaten dan Kota Kupang sejak dulu terbentur dengan persoalan hutang sebesar Rp17 milliar.

Solusi untuk persoalan dualisme tersebut, menurut dia, terkait hutang dan aset, terutama pegawai di PDAM Kabupaten Kupang.

Terkait hutang, jelasnya, telah di lunasi, tersisa masalah aset. Karena itu, solusinya 50 persen atau sekitar 200 pegawai PDAM Kabupaten Kupang dijadikan pegawai Pemkot Kupang.

Selain itu, lanjut dia, sumber air dari kabupaten harus di pasang meter induk di lokasi– lokasi tertentu, terutama sumber air seperti di Nasipanaf, Baumata dan Oenesu.

“Jalan keluar agar satu operator mengambil 50 persen pegawai PDAM Kabupaten serta memasang meter induk di lokasi tertentu. Ini mungkin solusi yang akan didiskusikan bersama,” kata Johannes.

Dualisme PDAM akan segera dituntaskan, pegawai dan aset direncanakan akan diambil alih oleh pemerintah kota agar menjadi satu operator pengelolaan air bersih guna pelayanan kebutuhan air bersih bagi warga secara maksimal. (Lid)

Baca Juga :  Direktur PDAM Kota Kupang Janji Olah Air Laut Siap Minum

Pos terkait