OJK Tetapkan Bank NTT sebagai Bank Sehat

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Dalam Prudential Meeting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank NTT yang berlangsung virtual pada 18 Agustus 2021, OJK memaparkan penilaian Risk Based Rating Bank (RBBR) Bank NTT untuk penilaian Semester I-2021, Bank NTT dinyatakan sebagai Bank Sehat.

“Akhirnya Bank NTT mengakhiri masa yang panjang sebagai bank yang cukup sehat menjadi bank yang sehat,” sebut Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Aleksander Riwu Kaho dalam press confrence di Lantai 5 Gedung Bank NTT, Senin, 23 Agustus 2021.

Baca Juga :  Plt Dirut Bank NTT Ajak Karyawan Jaga Kekompakan

Bacaan Lainnya

Dijelaskan Aleks, penilaian sebagai Bank yang sehat merupakan kado terindah dalam HUT Bank NTT yang ke-59 dan Kado HUT Kemerdekaan RI ke-76.

Dalam program strategis Bank NTT di tahun 2023 target Bank NTT menjadi Bank Devisa. Salah satu persyaratan bank devisa adalah tingkat kesehatan bank minimal selama 18 bulan terakhir. Persyaratan tersebut mengisyaratkan agar Bank NTT tetap menjaga dan mempertahankan diri sebagai Bank Sehat.

Baca Juga :  OJK: Seleksi Direksi Bank NTT Dilakukan Sesuai Aturan

Ia menjelaskan, tingkat kesehatan bank merupakan hasil penilaian kualitatif atas berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi atau kinerja suatu bank melalui penilaian faktor permodalan, kualitas asset, manajemen, rentabilitas, likuiditas dan sensivitas terhadap pasar.

Baca Juga :  Bank NTT Bantu Satu Unit Mobil Tangki ke Pemda Malaka

Menurut dia, tantangan untuk membawa Bank NTT sebagai bank kebanggaan masyarakat NTT menjadi bank sehat merupakan motivasi bagi manajemen Bank NTT saat ini untuk berkomitmen menjadi Bank yang sehat.

“Komitmen manajemen itu diwujudkan melalui salah satu program strategis yang dilaksanakan sejak akhir tahun 2021, dimana Bank NTT bertekad bahwa di Semester I – 2021 Bank NTT harus menjadi Bank yang sehat,” katanya. (*/Ado)


Bagikan :

Pos terkait