Modal Inti Bank NTT Kurang Rp 1,1 Triliun

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT masih mengalami kekurangan dana sebesar Rp 1,1 triliun untuk memenuhi modal inti sebesar Rp3 triliun sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (PJOK) anomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum yang diwajibkan memenuhi ketentuan modal minimum.

Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Alex Riwu Kaho mengatakan Bank NTT menargetkan untuk memenuhi target Rp 2 triliun pada 2021.

“Kita masih membutuhkan sekitar Rp 24 milliar untuk mencapai Rp 2 triliun pada tahun 2021. Kami optimis memenuhi ketentuan modal inti minimun sesuai PJOK,” kata Alex Riwu Kaho dalam konfrensi pers usai RUPS LB Bank NTT, Senin, 18 Oktober 2021.

Menurut dia, modal inti minimum Bank NTT saat ini telah mencapai Rp 1,9 triliun lebih, sehingga masih terdapat kekurangan sebesar Rp 24 milliar untuk memenuhi modal inti sebesar Rp 2 triliun di 2021.

Direktur Kepatuhan Bank NTT, Hilarius Minggu mengatakan tercatat beberapa kabupaten telah ikut dalam pemenuhan modal inti diantaranya kabupaten Kupang, Belu, Malaka, Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tengah, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Manggarai, Ngada,Nagakeo, Ende, Lembata, Maumere, Kalabahi, Rote dan Sabu Raijua.

“Hampir semua kabupaten sudah menyetorkan, tersisa Flores Timur, TTU dan TTS,” kata Hilarius

Dalam  Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) di bahas lima agenda penting yakni penambahan modal inti minimum, perubahan modal dasar sesuai dengan regulasi PJOK, perubahan nomenklatur direksi Bank NTT serta hasil fit and propertest Dir Dana dan apresiasi pemegang saham terhadap pencapaian tingkat kesehatan bank. (Lid)


Bagikan :