Mabim Mahasiswa IAKN Kupang Dinilai Langgar Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Masa bimbingan (Mabim) mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 15 September 2020 dinilai melanggar protokol covid, karena terjadi kerumunan massa dengan tidak menjaga jarak.

Mabim mahasiswa IAKN yang dihadiri ratusan mahasisa itu viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Facebook Sheva Jr ke group forum Kota Kupang.

Bacaan Lainnya

Dalam foto tersebut tampak dihadiri ratusan mahasiswa sedang berkerumunan tanpa mematuhi protokol kesehatan.

Belakangan baru diketahui dalam foto ratusan mahasiswa tersebut ternyata sedang mengikuti kegiatan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang.

Baca Juga :  Masa Pandemi, Mahasiswa Baru IAKN Kupang Tetap Kuliah Tatap Muka

Rektor Rektor IAKN Kupang, Harun Natonis membenarkan foto kerumuman massa tersebut. 

“Kita ini sedang Mabim Mahasiswa baru, tetapi kita tetap mengikuti Protokol kesehatan. Mereka melakukan cek suhu, cuci tangan, dan jaga jarak. Jadi, bukan kumpul massa. Kita tetap memperhatikan Protokol kesehatan,” katanya saat dikonfirmasi wartawan.

Ia pun membatah kalau pihak Kampus sedang berkumpul massa. Jumlah mahasiswa baru tersebut berjumlah sekitar 800 lebih orang. “Tidak semua mahasiswa di Kampus. Karena jumlah banyak,” ujarnya.

Bahkan kata dia, pihaknya sedang membuat surat edaran untuk pembatasan dalam proses kegiatan belajar mengajar bagi mahasiswa. 

“Saya baru habis disposisi surat untuk pembatasan jumlah dalam proses kegiatan belajar mengajar bagi Mahasiswa. 50 persen tatap muka, 50 persen work form home,” pungkasnya.

Baca Juga :  Masa Pandemi, Mahasiswa Baru IAKN Kupang Tetap Kuliah Tatap Muka

Pihaknya siap mengikuti proptap kesehatan, jika aktivitas kuliah dimulai. “Kita tetap jalankan Protokol kesehatan. Ada tempatnya cuci tangan, cek suhu, hand zanitiser. Kita tetap mengikuti proptap kesehatan. Itu wajib hukumnya. Kami akan berlakukan sistem sift,” tutupnya. (*/Ado)

Pos terkait