Lamban Tangani Kasus Korupsi, Kejagung Diminta Copot Kajati NTT

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Aliansi Anti Korupsi (Araksi) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar unjuk rasa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT terkait sejumlah kasus korupsi yang sedang ditangani Kejaksaan, termasuk kasus MTN Rp50 Miliar di Bank NTT.

“Terkait kasus MTN, Jaksa minta Araksi bantu serahkan bukti, karena masih kurang alat bukti dalam penanganannya,” kata Ketua Araksi NTT, Alfred Baun kepada media ini, Selasa, 25 Januari 2022.

Baca Juga :  Mahasiswa Unjuk Rasa Tuntut Kejati NTT Tetapkan Tersangka MTN Rp50 M

Karena itu, Araksi meminta agar Kejaksaan segera menuntaskan kasus-kasus korupsi yang telah dilaporkan masyarakat ke Kejati NTT. Karena banyak kasus dugaan korupsi yang dilaporkan tidak tuntas.

Dengan itu, maka mereka menilai Kepala Kejati NTT, Yulianto gagal dalam menangani sejumlah kasus korupsi di NTT, seperti dugaan kasus korupsi pembelian MTN senilai Rp50 miliar oleh Bank NTT.

Baca Juga :  Kejati Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Kredit Macet Bank NTT

Kasus korupsi bawang merah di Kabupaten Malaka senilai Rp9,5 miliar, dugaan korupsi renovasi rumah jabatan, lampu sehen dan aliran dana ke yayasan Alexander Bria Seran di Kabupaten Malaka.

Karena itu, Araksi menuntut Kajati NTT, Yulianto segera angkat kaki dari NTT. Alasan lain, karena dinilai gagal mengawasi jaksa-jaksa di NTT, sehingga banyak kasus yang di-SP3 dan dijadikan ATM berjalan.

Selain itu, Yulianto juga dinilai telah mencemarkan nama baik NTT dengan adanya kasus oknum jaksa yang melakukan pemerasan terhadap kontraktor hingga mencapai Rp2 miliar.

Baca Juga :  Kasus MTN Rp50 M Bank NTT, Benny Harman: Jebloskan ke Bui Pelakunya

“Karena itu, kami minta Kejagung untuk mencopot Kajati NTT dan mengembalikan uang Rp2 miliar yang telah diperas jaksa nakal,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut Araksi diterima Aspidsus Kejati NTT, Jupiter Selan dan sejumlah petinggi di Kejati NTT. (Ado)


Bagikan :