Kota Kupang Mulai Bagikan Seragam Gratis bagi Siswa

  • Whatsapp
Bagikan :

Walikota saat bagikan pakaian seragam gratis

NTTTERKINI.ID, Kupang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendik) Kota Kupang mulai mendistribusikan pakaian seragam dan perlengkapan secara gratis bagi siswa-siswi SD dan SMP di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pakaian seragam dan perlengkapan yang dibagikan sebanyak 50.759 seragam dan perlengkapan sekolah.

“Kita sudah mulai membagikan seragam dan perlengkapan sekolah bagi para siswa SD dan SMP se-Kota Kupang dengan total jumlah sebanyak 50,759 orang,” kata Kadispendik Kota Kupang, Dumul Djami saat penyerahan seragam sekolah dan perlengkapannya, Jumat, 23 Oktober 2020.

Data Dispendik Kota Kupang seragam yang dibagikan beserta perlengkapan sekolah berupa tas dan buku tulis tercatat sebanyak 50.759 siswa dengan klasifikasi seragam bagi siswa SD sebanyak 18.301 pasang. siswi SD sebanyak 17.182 pasang, sedangkan bagi siswa SMP sebanyak 7.967 seragam dan siswi SMP sebanyak 7.309 pasang seragam.

Selain pembagian seragam dan perlengkapan tersebut Dispendik Kota Kupang juga menyerahkan bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) berdasarkan Surat Keputusan (SK)) bagi total 11.254 siswa yang terdiri dari PIP SMP sebanyak 1.748 orang dan PIP SD sebanyak 9.506 orang.

Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore pada kesempatan itu menyayangkan komentar-komentar miring yang disampaikan warga net terkait program pakaian seragam gratis ini.

“Baju seragam ini paling banyak orang putar-putar. Orang Kupang bilang goreng goreng, bilang nanti di periksa jaksa dan tidak ada aturan. Kita bekerja jujur, kita bekerja benar, tidak ada tipu-tipu disini dan tidak ada pencuri, kita bekerja sungguh buat masyarakat,” katanya.

Menurut dia, program pembagian baju seragam dan perlengkapannya sudah dibahas dan disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) dan anehnya banyak anggota DPRD yang mengaku seolah tidak dibahas.

“Apa yang tidak di bahas, bikin panas di luar saja, kita bekerja untuk membantu masyarakat, ada saja orang-orang yang aneh di luar sana, seragam ini kita bagikan ke semua anak, kalau memang merasa punya dan kaya jangan di ambil,” tambah Jefri. (Lid)