Kota Kupang Masuk Wilayah Rawan Narkoba

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Kota Kupang masuk dalam 13 kawasan rawan Narkotika, Psikotropika, dan Obat Terlarang (Narkoba) di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kota Kupang juga masuk dalam 13 kawasan rawan narkoba di NTT,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kupang, Kompol Lino De Rosario Pereira saat workshop Kota Tanggap Ancaman Narkoba bersama Pers, Selasa, 26 Oktober 2021.

Bacaan Lainnya

Baca Juga :  BNN Tangkap Anggota Grup Band di Dancing Hall

Data BNN, 13 kawasan rawan narkoba tersebut antara Kota Kupang, Manggarai Barat, Sikka Belu, Sumba Timur, Manggarai, Nagakeo, Alor, Belu  dan Manggarai.

Wilayah rawan narkoba di Kota Kupang berada di kelurahan Fatululi, kecamatan Oebobo, sedangkan wilayah rawan lainnya ada pada wilayah perbatasan dan sejumlah daerah yang berada diluar kota Kupang.

Data pengguna narkoba di NTT mencapai 36 ribu orang, dari total 5 juta penduduk.15 ribu diantaranya mencoba-coba Narkoba, untuk tingkat pengguna di dominasi oleh kaum pria, jika dibandingkan dengan kaum wanita.

Baca Juga :  Pecandu Narkoba Asal Malaka Diamankan

“Kasus penyalahgunaan narkoba di NTT harus segera ditangani secara sungguh-sungguh, karena kondisi NTT sudah sangat darurat, namun penanganannya belum darurat atau maksimal,” tambah Pereira.

Wakil Sekretaris I PWI NTT, Alfons Nedabang mengatakan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di NTT sangat marak terjadi pada dua tahun terakhir.

Menurut dia, BNN telah mengindikasikan peredaran dan penyalahgunaan narkoba satu tahun terakhir ini lebih banyak terjadi di daerah perkotaan.

“Kondisi ini tidak menutup kemungkinan untuk terjadi di Kota Kupang. Karena Kupang merupakan tempat yang memiliki kehidupan malam yang luar biasa, dan sangat banyak pub maupun diskotik,” jelasnya.

Baca Juga :  Oknum Wartawan Bawa Shabu 0,75 Gram Ditangkap

Jumlah pengguna narkoba di NTT akan terus mengalami peningkatan, karena kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba masih sangat rendah. Ditambah kurangnya edukasi yang diberikan kepada masyarakat.

“Saya yakin tingkat penggunaan narkoba di Kota Kupang dan daerah lain di NTT akan bertambah. Ini masalah serius yang harus segera disikapi,” tutup Alfons. (*/Lid)


Bagikan :

Pos terkait