Kejati Didesak Tetapkan Tersangka Kasus MTN Rp50 Miliar Bank NTT

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Aliansi Jaringan Anti Korupsi (AJAK) Nusa Tenggara Timur (NTT) mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) segera menetapkan tersangka terkait kasus dugaan korupsi dana MTN PT SNP senilai Rp50 miliar di Bank NTT.

“Kami mendesak Kejati segera menetapkan tersangka kasus korupsi MTN Bank NTT,” tegas koordinator AJAK, Abdul Syukur saat audiens dengan pejabat Kejati NTT, Rabu, 15 Oktober 2021.

Mereka juga meminta Kejaksaan tinggi Nusa Tenggara Timur agar transparan dan tidak boleh main mata, apalagi masuk angin dalam menangani skandal MTN Bank NTT.

Baca Juga :  Jaksa Tangkap Tersangka Kredit Macet Bank NTT

Adapun Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur juga diminta segera menjelaskan kepada publik terkait progresifitas hasil penyidikan dugaan korupsi MTN Bank NTT.

“Apabila tuntutan ini tidak ditindaklanjuti selam 3×24 jam, maka AJAK NTT akan menggelar aksi massa di Kejati,” tegasnya.

Kasi Penyidikan Kejati NTT, Kuandrat mengatakan kejaksaan sementara tangani kasus ini, namun butuh kehati-hatian dalam mengungkap kasus ini.

Dia berharap akan ada lagi data baru agar kasus ini segera terungkap, seperti data dari PPATK yang sudah diterima kejaksaan.

Baca Juga :  Fraksi PKB Rekomendasi Nonaktifkan Pejabat Bank NTT Terlibat MTN Rp50 M

“Ada sejumlah nama yang terseret dalam kasus ini, setidaknya ada 13 nama yang sudah kami terima dan masih menunggu nama yang lainnya,” jelasnya.

Untuk diketahui pembelian MTN tidak masuk dalam rencana bisnis Bank PT Bank NTT tahun 2017 ataupun tahun 2018. Namun PT Bank NTT tetap melakukan pembelian MTN senilai Rp50 Milliar tanpa didahului dengan due diligence atau uji tuntas untuk menilai kinerja penerbit MTN.

Baca Juga :  Kasus MTN Bank NTT Rp50 M, Rumat: Jelas Ada Kejahatan

Dan mirisnya belum genap sebulan setelah pembelian MTN, PT SNP pada 4 mei 2018 dinyatakan pailit melalui Putusan Pengadilan Niaga  Negeri Jakarta Pusat dan kegiatan usahanya pun telah dihentikan oleh OJK.

Berdasarkan hasil pemeriksaan  BPK RI, pembelian MTN PT SNP berpotensi merugikan PT Bank NTT sebesar Rp.50 Milliar dan potensi pendapatan yang hilang atas coupon ratye senilai Rp.10 Milliar. (*/Ado)


Bagikan :