Kasus Pembunuhan Astrid-Lael, Polisi Gunakan Alat Tes Kebohongan

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Kepolisian daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggunakan alat tes kebohongan (Lie Detector) guna mengungkapkan kasus pembunuhan ibu dan anak (Astrid dan Lael) di Kota Kupang beberapa waktu lalu.

“Pemeriksaan Forensik Lie Detector dilakukan terhadap tersangka dan 5 orang saksi,” kata Kepala bidang Humas Polda NTT, Komisaris Besar <span;>Rishian Krisna Budhiaswanto kepada wartawan, Selasa, 11 Januari 2022.

Baca Juga :  Polda NTT Bentuk Tim Usut Dugaan Pelanggaran Prokes di Pulau Semau

Menurut dia, satu tersangka yakni Randi Bajideh alias RB dan tiga saksi lainnya telah menjalani pemeriksaan tes kebohongan itu pada Jumat hingga Senin kemarin.

“Rencana besok dilanjutkan pemeriksaan forensik Lie Detector terhadap 2 orang saksi lainnya,” katanya.

Baca Juga :  Aksi Damai Tuntut Kapolri Beri Atensi Kasus Penkase

Tes kebohongan ini dilakukan Polda untuk melengkapi berkas sesuai permintaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi NTT.

Namun dia enggan menyebutkan inisial siapa saja saksi yang turut dites kebohongan guna pengungkapan kasus pembunuhan ini.

Untuk diketahui, Polisi telah menetapkan tersangka tunggal yakni Randi dalam kasus pembunuhan yang mendapat atensi dari masyarakat NTT.

Baca Juga :  Asyik Nyabu, Dua Anggota Polisi di NTT Ditangkap

Korban Astrid (30) dan Lael (1) dalam keadaan mengenaskan saat ditemukan terkubur di tempat penggalian pipa proyek SPAM Kali Dendeng beberapa waktu lalu. Kedua korban diketahui telah menghilang sekitar satu bulan lamanya. (Ado)


Bagikan :