Kasus MTN Rp50 Miliar, Komisi III DPRD Jadwalkan Panggil Bank NTT

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Komisi III DPRD NTT akan kembali memanggil manajemen Bank NTT terkait kredit macet dan pengembalian dana MTN Rp50 miliar yang menjadi temuan BPK tahun 2020.

“Kami akan panggil Bank NTT dalam  bulan ini,” kata Ketua Komisi III DPRD NTT, Hugo Kalembu kepada wartawan, Rabu, 5 Januari 2022.

Dia meyakini dana investasi MTN Rp50 miliar ke PT SNP telah hilang dan tidak mungkin dikembalikan, karena PT SNP telah pailit. Sehingga Bank NTT telah menghapus buku atau menutupnya melalui dana cadangan guna menurunkan NPL.

Baca Juga :  Kemendagri Tak Setujui Pinjaman Daerah Rp900 Miliar

Bank NTT sudah tutup dengan dana cadangan. Anggap normal saja. Padahal berdampak pada penghasilan Bank NTT,” tegasnya.

Apalagi, menurut dia, MTN ini menjadi temuan BPK, dimana prosesnya sudah salah, tidak ada dalam aturan direksi, tidak ada dalam rencana bisnis dan lainnya

Baca Juga :  Bangun Observatorium Jadi Alasan Pemprov NTT Geser Anggaran

“Koq berani. Ini berarti ada kesengajaan. Tidak ada kajian komperhensif. Investasi juga mencurigakan, karena terkesan dibuat tergesa-gesa,” katanya.

Terkait kasus yang sama telah diputus di Pengadilan Medan, kata dia, harusnya disini juga seperti itu. Namun, kembali ke APH untuk tindaklanjuti,” tegasnya.

Selain MTN, Komisi III juga akan membahas terkait kredit macet Bank NTT yang berdampak menurunnya laba Bank NTT di 2021. Dimana laba bersih tidak mencapai Rp250 miliar dari target Rp500 miliar.

Baca Juga :  Bank NTT Luncurkan Empat Program Baru 

Target laba Rp50 miliar. Laba 2021, tidak sampai Rp250 Miliar. Padahal sebelumnya capai Rp70 miliar. Kami tambah dana terus, tapi pendapatan turun. Ini yang repot,” katanya. (Ado)


Bagikan :