Kasus MTN Rp50 Miliar Bank NTT, Vincent Menduga Ada Unsur Kesengajaan

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Kasus Medium Term Note (MTN) yang diduga merugikan Bank NTT sebesar Rp50 miliar ada unsur kesengajaan, sehingga terjadinya kelalaian yang berdampak pada kerugian Bank NTT sesuai LHP BPK RI.

“Patut diduga dalam proses pembelian MTN oleh Bank NTT terdapat unsur kesengajaan, sehingga terjadinya kelalaian yang berdampak pada kerugian di Bank NTT senilai Rp50 milia,” kata anggota DPRD NTT, Vincent Patta, seperti yang dilansir kriminal.co, Sabtu, 11 Desember 2021.

Baca Juga :  Dirkep Bank NTT Ngaku Belum Tahu Hasil FPT Direktur Dana

Dia juga mempertanyakan SOP yang digunakan Bank NTT dalam pembelian surat berharga PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP).

“Apakah proses pembelian MTN senilai Rp 50 miliar, telah dilakukan secara baik atau telah dilakukan sesuai SOP Bank NTT,” tanya dia.

Jika dilakukan sesuai SOP, menurut dia, maka harusnya Bank NTT mendapat keuntungan senilai Rp10 miliar lebih dan tidak ada masalah seperti saat ini.

“Jika dilakukan dengan baik dan benar, tentunya tidak ada masalah dalam pembelian MTN itu,” tandasnya.

Baca Juga :  Tersangka Kredit Fiktif Bank NTT Praperadilan Kejaksaan

Karena itu, dia mempertanyakan pengawasan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Direktur Kepatuhan Bank NTT.

“Saya menduga pengawasan oleh OJK dan Dirkep Bank NTT tidak dilakukan secara baik, sehingga merugikan Bank NTT sesuai temuan BPK,” katanya.

Dia menduga proses verifikasi atau study kelayakan perusahaan juga tidak dilakukan oleh Direktur Kepatuhan dan tim analis Bank NTT.

“Bagaimana mungkin setelah dilakukan pembelian MTN senilai Rp50 miliar, justru PT SNP ini pailit,” katanya.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Bank NTT, Tagu Dedo: Microsof Harus Bertanggungjawab 

Karena itu, dia menilai kerugian yang dialami Bank NTT dalam pembelian MTN merupakan kelalaian yang dilakukan oleh pihak OJK NTT dan managemen Bank NTT khususnya pada Direktur Kepatuhan.

Sesuai hasil.LHP BPK RI ditemukan adanya potensi kerugian negara senilai Rp50 miliar dalam pembelian MTN PT SNP, ditambah bunga senilai Rp10 miliar lebih. Sehingga total kerugian Bank NTT dalam kasus itu mencapai Rp60 miliar lebih. (*/Ado)


Bagikan :