Kasus MTN Rp50 M, APH Diminta Periksa Dirut Bank NTT

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Anggota DPRD NTT, Yohanes Rumat meminta aparat penegak hukum (APH) untuk memeriksa Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Alex Riwu Kaho guna membuktikan kebenaran pernyataannya bahwa masalah investasi MTN di PT SNP sudah selesai.


“Untuk menguji kebenarannya maka APH baiknya segera memeriksa Alex,” kata Yohanes Rumat kepada wartawan, Jumat, 26 November 2021.

Bacaan Lainnya


Hal itu, menurut dia, guna membuktikan kebenaran pernyataan Alex bahwa masalah investasi MTN telah selesai. Mencegah kejadian serupa atau yang setara dengan itu terulang kembali di NTT.

Baca Juga :  Rehab Gedung DPRD NTT Habiskan Rp880 Juta


Membuat jera para bankers dari perilaku yang merugikan keuangan daerah dan menjerakan investor yang menipu bank daerah.


Menurut Alex berpandangan bahwa masalah MTN sudah selesai, sedang di tanganai kurator. Namun, menurut Yohanes, jika sudah selesai mana buktinya?. Pengertian selesai jika PT SNP telah menyetor uang tunai Rp 60,5 M ke bank NTT. 
“Jika sudah selesai coba tunjukkan nota penyelesainnya,” tegasnya.


Dia menilai Alex Riwu Kaho tidak mungkin bisa serahkan bukti ini, karena memang PT SNP yang menerbitkan Surat Berharga (MTN) yang dibeli Bank NTT telah pailit alias bangkrut. 
“Tampaknya argumen Alex meskipun sebagai pemilik data sangat lemah,” ujarnya.

Baca Juga :  Bank NTT Juara Futsal Piala Gubernur dan Pam Sam


Dia juga mempertanyakan jika kerugian ini tidak bisa di bayar oleh PT SNP?, menurut dia, mereka yang terlibat dalam pembelian MTN ini harus mengganti kerugian ini . Karena sejak awal tampak sekali ada “kesengajaan” mereka tidak menaati ketentuan tentang pembelian surat berharga. 


Seharusnya, jelas dia, diawal penawaran MTN oleh issuer PT SNP, Bank NTT melakukan kajian atau uji kelayakan/ due diligence, memasukannya dalam RBB (Rencana Bisnis Bank), memiliki pedoman tata cara pembelian surat berharga.


Melakukan pemeriksaan atas rating atau peringkat surat berharga PT SNP, dan tidak diputuskan sepihak oleh Divisi Treasury, namun secara berjenjang meminta persetujuan Dirut untuk dipertimbangkan beli atau tidak, maka tentu tawaran tersebut di tolak, karena jelas-jelas tidak feasible alias jauh dari  memenuhi syarat.

Baca Juga :  Rumah Digusur, Anggota DPRD NTT Bantu Warga Bayar Kos


“Namun nasi sudah jadi bubur. Tidak bisa di biarkan begitu saja. Masih banyak bisnis besar di bank NTT yang harus di kelola secara professional oleh orang yang punya kapasitas memadai,” katanya.


Untuk itu direkomendasikan agar mereka yang terlibat dalam pembelian MTN agar saat ini dinonaktifkan sementara dari jabatannya agar berkonsentrasi pada penyelesaian tunggakan MTN. (*/Ado)


Bagikan :

Pos terkait