Kasus Bagi-bagi Tanah, Jonas Salean Ditetapkan Sebagai Tersangka

  • Whatsapp
Bagikan :

Konfrensi pers Kejati NTT

NTTTTERKINI.ID, Kupang – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) menetapkan anggota DPRD NTT, Jonas Salean (JS) dan Thomas More (TM) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi bagi-bagi tanah di kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang.

“Setelah digelar ekspose, dan tetapkan JS dan TM sebagai tersangka,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Julianto kepada wartawan, Kamis, 22 Oktober 2020.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Jonas Salean dan Thomas More (TM) menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejati NTT.

Selain ditetapkan sebagai tersangka, penyidik Kejati NTT juga mengusulkan untuk lakukan penahanan terhadap kedua tersangka itu.

“Penyidik juga telah usulkan untuk lakukan penahanan. Kami sepakat untuk lakukan penahanan,” tegasnya.

JS, menurut dia, adalah orang yang paling bertanggungjawab atas kasus dugaan korupsi bagi-bagi tanah tersebut.

“JS adalah orang yang paling bertanggungjawab yang mengakibatkan kerugian negara,” katanya.

Dalam kasus ini pihaknya juga telah memeriksa sejumlah saksi, diantaranya 45 orang, tiga tenaga ahli dari pertanahan, ahli keuangan negara, ahli dari BPKP dan asset.

“Kami sudah periksa puluhan saksi dalam kasus ini, sebelum tetapkan kedua tersangka,” katanya.

Terkait kerugian negara, kata dia, nilai aset pada 2016 lalu sekitar Rp3,7 juta per meter persegi, sehingga jika ditotalkan dengan luas lahan, maka kerugian ditaksir mencapai Rp66 miliar lebih.

“Kalau pasaran saat ini, berkisar antara Rp7 juta sampai Rp10 juta. Jika dirupiahkan, maka sekitar Rp200 juta kerugian negara yang berhasil diselamatkan,” tandasnya. (Ado)

Baca Juga :  Jaksa Selidiki Pembagian Tanah oleh Mantan Walikota Kupang

Pos terkait