KAI NTT Gratiskan Bantuan Hukum Bagi Warga Tidak Mampu

  • Whatsapp
Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Kongres Advokat Indonesia (KAI) Nusa Tenggara Timur (NTT) siap mengratiskan bantuan hukum bagi warga yang kurang mampu.

“Uang itu nomor dua. Paling utama Advokat KAI harus utamakan masalah kemanusiaan,” kata Sekretaris KAI, Luis Balun di sela-sela Ujian calon advokat (UCA) XIII DPD KAI Provinsi NTT tahun 2020, Sabtu, 7 November 2020.

Dia menyebutkan pembelaan hukum bagi masyarakat sudah diatur dalam KUHAP dan kode etik etik KAI bahwa siapapun yang membutuhkan advokat wajib dibela, apalagi bagi masyarakat tidak mampu.

“Saya punya pengalaman bela warga tidak mampu secara gratis selama lima tahun,” tandasnya.

Menurut dia, jumlah anggota KAI NTT saat mencapai 348 orang yang tersebar di 22 kabupaten/ kota. Namun, jumlah ini belum cukup memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah kabupaten.

“Jumlah advokat masih kurang terutama di daerah, seperti Alor, TTU, Lembata dan Flores Timur, sehingga setiap tahun kami selalu membuka UCA,” tegasnya.

Anggota KAI di NTT, lanjut dia, telah membela sejumlah kasus hukum, mulai dari pengadilan militer, pengadilan Tindak pidana korupsi (Tipikor), perdata, Tata usaha negara (TUN) dan pidana umum.

“Kasus yang kami tangani, seperti pengadilan militer, tipikor, kasus tanah dan kasus kerusuhan. Kebetulan saya yang tangani,” tegasnya.

Ketua Panitia UCA XIII KAI, Obed Djami mengatakan UCA XIII KAI tahun 2020 diikuti 61 peserta yang berasal dari Kota Kupang 41 orang, Flotim dan Lembata 4 orang, Alor 4 orang, TTU 2 orang, Sikka 4 orang, Malaka 1 orang dan Sumba Timur.

“Ada 61 peserta UCA tahun ini dari berbagai unsur, seperti kepolisian, pensiunan aparat hukum dan mahasiswa yang baru wisuda,” katanya.

Melihat jumlah advokat di NTT yang masih minim, maka KAI berkomitmen untuk setiap tahun menggelar UCA. Karena kebutuhan akan advokat terutama di daerah-daerah masih tinggi. (Ado)