Jaksa Tangkap Lagi Tersangka Dugaan Korupsi Kredit Macet Bank NTT

Bagikan :

Kajati saat berikan keterangan pers kepada wartawan

NTTTERKINI.ID, Kupang – Tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menangkap tersangka kasus dugaan korupsi kredit macet Bank NTT cabang Surabaya, Muhamad Ruslan pada Sabtu, 18 Juli 2020.


Setelah Kejati NTT menetapkan Muhamad Ruslan masuk Daftar Pencarian Orang sejak 1 Juli 2020. “Tersangka ditangkap di Bandung, Jawa Barat,” kata Kepala Kejaksaan tinggi NTT, Yulianto kepada wartawan, Minggu, 19 Juli 2020.

Baca Juga :  Terima Penghargaan dari Bank NTT, Pengamat: Ini Gratifikasi Secara Tidak Langsung


Tersangka Muhamad Ruslan, menurut dia, mendapat pinjaman dari Bank NTT cabang Surabaya sebesar Rp40 Miliar, namum faktanya dia hanya menerima sebesar Rp8,6 miliar, sedangkan sisianya diserahkan ke Stefanus Sulaiman.

Baca Juga :  Kejati NTT Sidik 29 Kasus Korupsi


“Pinjaman itu ditandatangani sendiri oleh yang bersangkutan, sehingga yang dipertanggungjawabkan sebesar Rp40 miliar,” ujarnya.


Dengan kontruksi yang ada, tegasnya, sudah sangat jelas bahwa kredit yang dilakukan semata-mata hanya untuk menggarong uang negara. 
Dia mengaku sempat berbincang dengan tersangka, dan dia mengakui kesalahannya.

“Dengan model kredit seperti itu tidak mungkin dibayar, karena pinjam Rp40 miliar yang diterima hanya Rp8,6 miliar,” ujarnya.

Baca Juga :  Kredit Macet, Tiga Pejabat Bank NTT Masih Berstatus Saksi


Dengan penangkapan ini, maka lengkap sudah 7 debitur kredit macet Bank NTT cabang Surabaya yang dijadikan tersangka telah ditangkap.


Kasus dugaan korupsi Bank NTT cabang Surabaya sebesar Rp149 miliar ditaksasi mengalami kerugian sebesar Rp127 miliar. (Ado)


Bagikan :