Insentif Dokter Spesialis Diturunkan, Dinkes: Dirut Tidak Pernah Konsultasi

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Sebanyak 27 dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S. K Lerik, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi mogok kerja menuntut kejelasan tentang hak-hak mereka, diantaranya Jasa Pelayanan (Jaspel) dan insentif dokter spesialis sebesar Rp7 juta yang diturunkan menjadi Rp5 juta/bulan.

Dokter spesialis yang mogok kerja yakni spesialis penyakit dalam, kandungan, THT, poli bedah, anestesi, gigi, rehabilitasi medis dan dokter spesialis anak.

Menanggapi aksi mogok itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Retnowati mengaku Dirut RS SK.Lerik tidak pernah konsultasi ke dinas, terkait penurunan insentif dokter spesialis dan jaspel yang belum dibayarkan.

“Belum pernah dikonsultasikan ke kami,” kata Retnowati, Selasa, 2 Agustus 2022.

Menurut dia, penurunan insentif para dokter spesialis, tergantung pada pendapatan rumah sakit dari banyaknya penanganan pasien dan rencana anggaran bisnis yang diusulkan serta disepakati bersama.

Sedangkan jaspel yang belum dibayarkan sejak Januari 2022 menjadi kebijakan internal rumah sakit dalam Standar Pelayanan Maksimal (SPM).

Ketua Komite Medik RSUD S. K Lerik Kupang, dr. Ronald Sp.An, mengatakan para dokter spesialis membutuhkan kejelasan hak yang seharusnya diterima dari layanan jasa, pemberhentian sementara pelayanan tersebut, karena Jaspel dan Insentif sejak Januari 2022 belum diterima.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah transparansi dan keadilan untuk penuhi hak para dokter spesialis. Selama ini kami seperti sapi perah, bekerja keras bantu rumah sakit, tapi tidak diperhatikan haknya oleh pemerintah” kata Ronald.

Persoalan pembayaran jasa pelayanan dan insentif para dokter spesialis rumah sakit tersebut juga telah diadukan kepada Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dan sudah dilakukan audiensi, namun tidak ada kejelasan.

Tuntutan yang diminta kepada pihak rumah sakit yakni transparansi soal jasa pelayanan, insentif 7 bulan yang belum dibayar dan beberapa hak lainnya.

Hingga berita ini diturunkan Dirut RS SK Lerik, Dian Arkiang belum dapat ditemui dengan alasan sementara mengadakan rapat internal. (Lid)


Bagikan :