Ini Jadwal Pendaftaran Siswa Baru SD dan SMP di Kota Kupang

Bagikan :

Dumuliahi Djami

NTTTERKINI.ID, Kupang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendik) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengeluarkanjadwal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).


“Penerimaan peserta didik baru atau PPDB sudah ditetapkan untuk tingkat SD dan SMP dengan sistem penerimaan online dan offline,” kata Kepala Dispendik Kota Kupang, Dumul Djami, Jumat, 12 Juni 2020.


Data Dispendik kota Kupang tercatat dari  84 SD negeri dan 59 sekolah swasta dengan total jumlah siswa sebanyak 6.945 akan melanjutkan ke jenjang sekolah menengah pertama dan data siswa SMP dari 21 SMP negeri dan 35 sekolah swasta dengan total siswa 7.627 siswa.


Adapun sistem penerimaan siswa baru diterapkan secara online dan offline, pendaftaraan secara online melalui website yang disediakan dengan jadwal yakni pendaftaran dan verifikasi online 22-24 Juni 2020. 


Seleksi akan dilaksanakan pada 26-27 Juni 2020, pengumuman pada 29 Juni 2020 dan pendaftaran ulang murid baru pada 30 Juni-2 Juli 2020. Sedangkan pendaftaran Offline dilaksanakan pada 22 -25 Juni 2020, namun tetap mengikuti protokol kesehatan dengan membatasi jumlah orang.


Sementara untuk sekolah swasta jadwal dan seleksi penerimaan siswa baru disesuaikan dengan kebijakan yayasan atau pengelola tiap sekolah dengan tidak mengabaikan ketentuan standar pelayanan minimal pendidikan dasar sesuai dengan Permendikbud Nomor 23 tahun 2013.


Jalur pendaftaran siswa baru dibagi dalam empat kategori yakni zonasi sebesar 70 persen, affirmasi atau siswa tidak mampu yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) 22 persen, perpindahan tugas orang tua atau wali 5 persen dan jalur prestasi 3 persen.


Dengan penentuan jumlah rombongan belajar telah ditetapkan berdasarkan surat edaran Mendikbud Nomor 3 tahun 2017 berdasarkan jenjang pendidikan yakni SD maksimal 28 orang di tiap kelas dan SMP maksimal 32 siswa ditiap kelas.

“Semua proses penerimaan siswa baru akan dilakukan secara objektif, transparan dan akuntabel dan tidak diskriminatif,” tutup Dumul. (Lid)


Bagikan :