IAKN Kupang-BSI Kampanye Stop Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) berkolaborasi bersama The Body Shop Indonesia (BSI) mengkampanyekan stop kekerasan seksual di lingkungan kampus.

“IAKN Kupang menjadi kampus pertama di NTT yang terlibat dalam program gerakan anti kekerasan seksual, berkolaborasi dan berkomitmen menjadi institusi pendidikan yang menolak adanya bentuk kekerasan di lingkungan kampus,” kata Plh Rektor IAKN Kupang, Maxi Lakapu saat membuka talk show “Stop Sexual Violence”Goes to Campus, Rabu, 1 Desember 2021.

Bacaan Lainnya

Baca Juga :  Masa Pandemi, Mahasiswa Baru IAKN Kupang Tetap Kuliah Tatap Muka

Menurut dia, kasus kekerasan seksual dapat terjadi dimana saja termasuk institusi pendidikan, tidak melihat tempat dan jabatan, bahkan melibatkan berbagai lapisan civitas seperti dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan.

Padahal lingkungan kampus yang ideal harus menjadi tempat untuk belajar kehidupan dan kemanusiaan dan seharusnya menjadi ruang aman bersama.

Pendiri The Body Shop Indonesia, Suzy Hutomo mengatakan kampanye tersebut merupakan kampaye kolaborasi dengan tujuan memperjuangkan isu kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi, sehingga tercipta kampus bebas dari tindak kekerasan seksual.

Baca Juga :  IAKN Gandeng STAI Gelar PKM di Desa Tesbatan Bertema Moderasi Beragama

“The Body Shop Indonesia melakukan kampanye kolaborasi untuk memperjuangkan isu kekerasan seksual khususnya di lingkungan kampus dan IAKN menjadi kampus pertama di NTT yang di libatkan,” kata Suzy.

Direktur Rumah Perempuan Kupang, Libby Sinlaloe mengatakan sejak 2000-2020  jumlah kasus terhadap anak dan perempuan korban kekerasan yang didampingi mencapai 4.271 kasus, 711 kasus diantaranya merupakan kasus kekerasan seksual.

Sementara data  periode Januari – Oktober 2021, Rumah Perempuan telah menerima dan melakukan pendampingan terhadap perempuan dan anak sebanyak 179 kasus.

Baca Juga :  Mabim Mahasiswa IAKN Kupang Dinilai Langgar Protokol Kesehatan

“Angka ini cukup tinggi, sehingga perlu kepedulian bersama untuk melakukan kampanye stop kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata Libby.

Kampanye stop kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi merupakan program yang mendukung Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nomor 30 tahun 2021 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi guna menciptakan kampus bebas dari kekerasan seksual. (Lid)


Bagikan :

Pos terkait