Guru Tuntut Bayar TPP Sesuai Perwali, Pemkot Kurang Dana Rp10 Miliar

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui instansi teknis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendik) kekurangan anggaran sebesar Rp10 milliar, guna pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) para guru sejak Januari -September 2022.

“TPP kami belum di bayar sejak Januari, entah uang ada atau tidak. Kita tunggu pernyataan terbuka bahwa keuangan daerah tidak ada. Itu tujuan kami datang kesini,” kata ketua Forum Persatuan Guru Kota Kupang, Marthen Djakadana, Jumat, 23 September 2022.

Menurut dia, sebelumnya dalam Peraturan Walikota (Perwali) No 22 tahun 2022, besaran TPP guru senilai Rp1,3 juta, namun Dispendik juga mengeluarkan edaran baru yang menyatakan besaran TPP guru hanya senilai Rp600 ribu.

Hal tersebut membingungkan para guru, sehingga mendatangi DPRD untuk menuntut kejelasan dan segera membayarkan hak TPP senilai dengan isi Perwali.

Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe mengatakan tuntutan para guru terjadi, karena anggaran yang disetujui dalam APBD sebesar Rp600 ribu, diubah oleh Pemkot melalui perwali yang dikeluarkan, menyatakan besaran TPP Rp1,3 juta, sehingga guru menuntut pembayaran TPP harus sesuai perwali, hal tersebut menyebabkan kekurangan anggaran sebesar Rp10 milliar.

“Ketukan APBD lain, pemkot buat perwali lain, akhirnya guru tuntut berdasar perwali, ambil uang darimana,” kata Yeskiel Loudoe.

Dana yang tersedia hanya sebanyak Rp 38 milliar untuk membayar TPP, jika sesuai anggaran APBD, namun dituntut dibayarkan sesuai Perwali maka masih kekurangan  Rp10 milliar untuk membayar TPP 1.123 guru di Kota Kupang. (Lid)


Bagikan :