Gubernur Sedih, Jumlah Penderita Stunting di NTT Masih 80.909

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat mengaku sedih melihat jumlah penderita stunting yang masih tinggi di daerah itu yakni 80.909 anak.

“Jika kita melihat dari jumlah maka saya merasa sedih, karena masih ada 80.909 manusia yang masih stunting,” kata Viktor pada acara Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Se-Provinsi NTT di aula hotel Sylvia Labuan Bajo, Senin, 11 Oktober 2021.

Bacaan Lainnya

Walapun diakuinya jumlah stunting di NTT terjadi penurunan, tapi penurunannya dinilai biasa-biasa saja. Jika hanya melihat secara statistik memang penurunannya sudah bagus yaitu sampai pada 21 persen.

Baca Juga :  Tamu Pesparani Provinsi Tiga Ribu, Nasional 12 Ribu

“Artinya kerja kita kurang maksimal, karena yang kita bicarakan ini adalah nyawa manusia,” tegasnya.

Dia menegaskan menyelesaikan Stunting di NTT tidak bisa dilakukan dengan cara-cara yang biasa saja.

“NTT merupakan salah satu penyumbang stunting terbesar di Indonesia. Ini merupakan tantangan kita bersama para bupati dan Gubernur, karena menyelesaikan masalah stunting tidak bisa hanya dilakukan dengan cara yang biasa,” tegasnya lagi.

Dia mengatakan konvergensi mengharuskan agar dilakukan langkah-langkah terpadu, terarah dan secara bersama-sama serta kerja-kerja lapangan yang dikuasai.

Baca Juga :  Dana Pilkada Sabu Raijua Rp15 Miliar

“Jika kita mampu untuk mendesain untuk mengetahui seluruh kelahiran dengan kerja sama kepala desa, tokoh agama, camat kepala dinas, bupati sampai pada gubernur maka saya yakin 1000 hari pertama kehidupan bayi akan bisa diperhatikan dan stunting bisa diatasi,” katanya.

Karena itu dia menghimbau agar permasalahan stunting diselesaikan dengan kerja sama antara pemangku kepentingan dengan stakeholder masyarakat karena permasalahan stunting merupakan tanggung jawab bersama.

“Saya berterima kasih atas kerja-kerja selama ini, tetapi kita harus mensinergikan lagi seluruh stakeholder masyarakat agar masalah stunting di NTT dapat segera terselesaikan,” imbuhnya.

Menurut dia, 80.909 anak yang menderita stunting menjadi tanggungjawab bersama untuk menyelamatkan anak yang akan menjadi generasi masa depan untuk menopang pertumbuhan NTT kedepannya.

Baca Juga :  Harga Sebagian Kebutuhan Pokok Naik, Walikota: Segera Operasi Pasar

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi NTT, Kosmas Lana menyampaikan persentase penurunan stunting di NTT, dibandingkan dengan tahun 2020 pada tahun 2021 mengalami penurunan sebesar 3,2 persen.

“Pada penilaian kinerja konvergensi stunting tahun 2021 terdapat beberapa pencapaian. Dibandingkan dengan tahun 2020, tahun 2021 penurunan stunting sebesar 3,2 persen. Pada Agustus 2020 yang lalu stunting NTT berada pada angka 24,2 persen. Pada Agustus tahun ini stunting kita berada pada angka 21 persen,” jelasnya. (*/Ado)


Bagikan :

Pos terkait