Dugaan Pelanggaran Prokes, Padma Indonesia Apresiasi Laporan Cipayung Plus

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Lembaga Hukum dan Ham PADMA INDONESIA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia) mengapresiasi Cipayung Plus yang telaj melaporkan Gubernur NTT, Viktor Laiskdodat Cs ke Polda NTT terkait dugaan pelanggaran Protokol Kesehatan (Prokes) di Pulau Semau, Kabupaten Kupang.

“Kami mengapresiasi Aliansi Cipayung Plus Kota Kupang yang tidak patah arang dalam menyuarakan Aspirasi voice of the voiceless NTT yang mempersoalkan para Pejabat di NTT yang diduga kuat melanggar PPKM, UU Karantina Kesehatan ,UU Wabah Penyakit Menular dan UU KUHP,” kata ketua dewan pembina Padma Indonesia, Gabriel Goa kepada media ini, Jumat, 3 September 2021.

Dia juga mengapresiasi Polda NTT yang sudah menerima Laporan Polisi dari Aliansi Cipayung Plus Kota Kupang dan segera melakukan penyelidikan untuk mengeliminir main hakim sendiri oleh oknum-oknum publik di medsos tanpa menghargai penghargaan Ham dan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Kami mendukung Polda NTT segera memanggil dan memeriksa Satgas Anti Covid Pemprov NTT,” pintanya.

Dia juga mengingatkan pejabat publik dan masyarakat NTT untuk taat Prokes covid 19 dan PPKM, karena pandemi covid 19 telah merenggut banyak nyawa manusia dan berdampak pada anak-anak NTT menjadi yatim dan yatim piatu.

Untuk diketahui kasus dugaan pelanggaran prokes oleh Gubernur NTT, Wagub NTT dan para Bupati/walikota dan Sekda se-NTT di Desa Otan, Pulau Semau, Kabupaten Kupang pada 27 Agustus 2021 telah dilaporkan ke Polda NTT oleh Cipayung Plus.

Dimana terlapor dalam kasus itu yakni Gubernur NTT, Viktor Laiskodat Cs dengan No LP/B/267/X/2021/SPKT Polda Nusa Tenggara Timur.

Tindak Pidana yang dilaporkan adalah pasal 93 UU No.6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan,Pasal 5 dan Pasal 14 UU No.4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular jo pasal 216 ayat 1 KUHP. (Ado)


Bagikan :