Dugaan Korupsi Rp50 M di Bank NTT, Kajati: Kalau Terbukti Saya Naikan

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT), Yulianto menegaskan dirinya akan menaikan kasus dugaan korupsi senilai Rp50 Miliar di Bank NTT ke tingkat penyidikan.

“Kalau terbukti, saya naikan kasus ini,” tegas Kejati NTT, Yulianto saat konfrensi pers, Selasa, 7 September 2021.

Bacaan Lainnya

Baca Juga :  Kejati NTT Sidik 29 Kasus Korupsi

Menurut dia, kasusnya sudah dilaporkan ke Kejati NTT dan Kejati akan profesional dan proposional menangani kasus itu. Tapi kasus ini terjadi saat Direktur Bank NTT, Alex Riwu Kaho masih menjabat sebagai Kepala divisi (Kadiv) di Bank NTT.

“Kita akan profesional dan proposional tangani kasus ini. Tim masih sementara bekerja,” katanya.

Temuan BPK RI Perwakilan NTT menyebutkan adanya masalah senilai Rp 50 miliar, dimana PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) Finance tidak mampu membayar investasi Medium Term Notes (MTN) pada Bank NTT.

Baca Juga :  Kejati NTT Siap Sidik Kasus Aset Pemkab Kupang

Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan BPK RI perwakilan NTT atas pengelolaan dana pihak ketiga dan penyaluran kredit Komersil, menengah, dan korporasi tahun 2018 dan 2019 (S. D. Semester I) pada PT. Bank NTT di Kupang, Surabaya, Maumere dan Oelamasi.

Dimana temuan BPK Perwakilan RI dengan Nomor : I/LHP/XIX.KUP.01/2020, tertanggal 14 Januari 2020. Dimana, terdapat salah satu temuan yakni pengelolaan dana pihak ketiga. Dimana dalam pemeriksaan atas pengelolaan dana pihak ketiga (DPK) diketahui terdapat tiga (3) permasalah yang ditemukan yakni salah satunya pembelian medium term notes (MTN) PT. SNP Finance tanpa didahului dengan Due Diligence dan berpotensi merugikan PT. Bank NTT senilai Rp50 miliar dan potensi pendapat kupon yang tidak diterima senilai Rp10,5 miliar. (Ado)


Bagikan :

Pos terkait