Dugaan Korupsi MTN Bank NTT, AJAK Datangi OJK

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Aliansi Jaringan Anti Korupsi (AJAK) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama PMKRI cabang Kupang mendatangi kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT terkait skandal dugaan korupsi MTN yang merugikan Bank NTT Rp50 miliar, Senin, 10 Januari 2022.

Seperti dilansir matamediaindonesia, kordinator AJAK NTT, Abdul Syukur mengatakan kedatangan ke OJK NTT guna menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan skandal Korupsi pembelian MTN oleh Bank NTT.

Baca Juga :  Bank NTT Serahkan Bantuan CSR Rp 100 Juta ke Pemkot Kupang

Bacaan Lainnya

“Kedatangan kami juga untuk memberikan gambaran kasus yang bergulir selama ini di Bank NTT, tetapi kami fokusnya ke kasus korupsi pembelian MTN senilai Rp50 milliyar,” kata Abdul.

Sesuai LHP BPK RI, jelasnya, pembelian MTN yang dilakukan oleh Bank NTT merugikan Keuangan Negara senilai Rp50 milliar ditambah Coupon rate sebesar 10,5 persen atau Rp10,5 miliar.

Baca Juga :  Kejati Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Kredit Macet Bank NTT

Dia juga berharap sebagai lembaga yang bertugas melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan agar OJK NTT selalu tetap berintegritas dalam menjalankan tugasnya dan tidak mendengarkan intervensi politis yang dapat mengganggu independensi lembaga Otoritas Jasa Keuangan.

Germas PMKRI Cabang Kupang, Antonius Uspupu meminta kepada Pimpinan OJK NTT untuk memberikan atensi atau warning kepada Bank NTT.

Baca Juga :  Bank NTT Raih Opini "Wajar Dalam Semua Hal Material"

“Kami juga menuntut agar OJK NTT melakukan fit and propertest ulang terhadap direksi Bank NTT, karena diduga bermaslah dan terlibat dalam proses pembelian MTN,” tegasnya.

Turut hadir juga dalam audiensi tersebut, Kordinator Kehumasan OJK NTT, Setya Ariyanto, Kasubag Pengawasan Bank, Ardiansyah, Edukasi dan Pengawasan Konsumen, Dedi Safari dan Pengawas Bank NTT, Haris. (*/Ado)


Bagikan :

Pos terkait