DPRD Sesalkan Kota Kupang Marak Eksploitasi Anak

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) menyandang penghargaan sebagai kota layak anak, namun masih ditemui banyak anak usia sekolah berada di jalanan dan terkesan diekploitasi untuk bekerja.

“Kota Kupang pernah mendapat penghargaan sebagai kota layak anak, kemudian pemerintah publikasikan ke semua orang, tapi kemudian di jalan-jalan banyak anak usia sekolah berada disitu,” kata anggota DPRD Kota Kupang, Adi Talli saat sidang Badan Anggaran, Senin, 29 November 2021.

Baca Juga :  Divonis 4 Tahun Penjara, Terdakwa Korupsi Menangis

Bacaan Lainnya

Menurut dia, Kota ramah anak bukan sekedar tertuang dalam kertas, pemerintah Kota Kupang harus memiliki niat dan kemauan guna menyikapi serta segera menyelesaikan persoalan eksploitasi anak, bukan hanya sekedar pelengkap dokumen dalam memberikan pelayanan optimal terhadap penyandang masalah sosial agar ada kebijakan anggaran yang di pakai untuk mengintervensi persoalan tersebut.

Baca Juga :  Suzuki NTT Luncurkan Produk Terbaru XL7

Data Nakertrans Kota Kupang, tercatat jumlah pekerja anak mencapai 600 orang, akumulasi dari tahun 2008 hanya sebanyak 30 orang, 2011 sebanyak 60 orang, 2012 tercatat 210 orang, 2014 sejumlah 240 orang dan 2018 sebanyak 60 orang.

Baca Juga :  Dumul: Siswa Belajar dari Rumah Hingga Akhir Mei 2020

“Saya butuh sedikit penjelasan pemerintah terkait hal ini, bukan hanya mengangkat sebagai isu strategis dan masalah utama yang harus diselesaikan namun tidak menyelesaikan persoalan tersebut,”tutup Adi. (Lid)


Bagikan :

Pos terkait