DPRD Minta Pemkot Siapkan Langkah Strategis Atasi Kekeringan

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang , Nusa Tenggara Timur (NTT), Yeskiel Loudoe meminta Pemerintah Kota Kupang segera menyiapkan langkah strategis dalam mengatasi kekeringan.

“Sesuai perkiraan cuaca dari BMKG wilayah di NTT yang mengalami kekeringan salah satunya Kota Kupang, sehingga pemerintah perlu segera siapkan langkah strategis atasi kekeringan, terlebih pada masalah air bersih,” kata Ketua DPRD Kota Kupang,  Yeskiel Loudoe, Jumat, 24 September 2021. Pasalnya 

Baca Juga :  Lahan SPAM Kali Dendeng, Ahli Waris Turut Menguggat Pemkot Kupang

Bacaan Lainnya

Menurutnya, salah satu langkah antisipasi guna meminimalisir dampak persoalan kekeringan adalah dengan menyuplai ketersediaan kebutuhan air bersih menggunakan tangki air ke tempat penampungan atau tandon di area padat penduduk yang rentan kekeringan di wilayah Kota Kupang.

Baca Juga :  Pemkot Kupang Ajukan Anggaran Lampu Jalan Rp59,8 Milliar

“Perlu ada ketersediaan air bersih bagi warga diwilayah yang rentan  kekeringan, dan harus segera di antisipasi oleh instansi teknis,” ujarnya.  

 Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Jimi Didok mengatakan  dalam mengantisipasi kekeringan yang di perkirakan lebih panjang dari tahun sebelumnya, maka pemerintah telah memberikan peringatan dini dengan mengeluarkan surat himbaun ke tiap kecamatan hingga tingkat kelurahan sebagai himbauan bagi masyarakat agar dapat melakukan penghematan penggunaan air bersih.

Baca Juga :  Sempat Reaktif Rapid Test, Swab Anggota DPRD Kota Kupang Negatif

“Dalam isi surat tersebut kami meminta kepada masyarakat untuk bagaimana mengantisipasi kekeringan ini dengan menghemat penggunaan air, baik kebutuhan rumah tangga maupun untuk kebutuhan sehari-hari lainnya,” katanya.

Sesuai rillis yangi terima dari BMKG, Kota Kupang tahun ini diperkirakan akan mengalami dampak kekeringan dengan skala waktu lebih panjang yakni limit waktu 100 hari dibandingkan daerah lain di NTT yang hanya 40-60 hari. (Lid)


Bagikan :

Pos terkait