Diperiksa Jaksa, Jonas Salean Dicecar 25 Pertanyaan

Bagikan :

Yanto Eko saat berikan keterangan pers

NTTTERKINI.ID, Kupang – Mantan Walikota Kupang, Jonas Salean dicerca 25 pertanyaan oleh penyidik Kejaksaan tinggi (Kejati), Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait kasus penguasaan aset negara di Jalan Veteran, Fatululi, Kota Kupang.


“Pak Jonas dicerca 25 pertanyaan dan masih sebatas riwayat jabatan yang didudkui Pak Jonas selama menjadi PNS dan Walikota,” kata kuasa hukum Jonas Salean, Yanto Ekon usai mendampingi Jonas Salean menjalani pemeriksaan di Kejati NTT, Senin, 10 Agustus 2020.

Baca Juga :  Terkait Proyek Jalan Oepoli-Noelelo Minus 5 Persen, Jaksa Ingatkan Satker


Sedangkan terkait materi pemeriksaan, kata dia, masih sebatas prosedur penunjukan tanah kapling itu. Namun, mereka tetap pada pendirian bahwa perlu adanya pembuktian, apakah tanah itu milik Pemda Kabupaten Kupang atau bukan?.


Karena, menurut dia, putusan perdata Pengadilan Negeri (PN) maupun Pengadilan Tinggi (PT) menyatakan tanah di jalan Veteran merupakan tanah milik Jonas Salean. Justru, pencatatan tanah sebagai aset pemda Kabupaten Kupang adalah perbuatan melawan hukum.

Baca Juga :  Jonas Salean: Saya Sudah Lulus Ujian


“Menurut putusan pn perdata yang belum dibatalkan yang melakukan perbuatan melawan hukum adalah Pemda Kabupaten Kupang,” tegasnya. 


Walaupun diakuinya putusan perdata itu belum berkekuatan hukum tetap (Inkrah), karena pemda KabupatennKupang masih lakukan kasasi di Mahkamah Agung (MA).

Agenda pemeriksaan lanjutan Jonas Salean dijadwalkann pada 19 Agustus 2020. “Semoga pak Jonas tetap sehat dan hadiri panggilan itu,” katanya.

Baca Juga :  Kasus Penguasan Tanah di Jalan Veteran Naik Status ke Penyidikan

Kepala seksi penerangan dan hukum (Penkum) Kejati NTT, Abdul Hakim mengatakan Jonas Salean diperiksa sebagai saksi terkait kasus penguasaan aset negara di Jalan Veteran Kota Kupang.


“Pemeriksaan hari ini sebagai saksi dan tidak tahu apakah statusnya berubah hari ini juga belum bisa dipastikan. Dan, yang jelas pasti ada yang tanggungjawab,” kata Abdul. (Ado)


Bagikan :