Dilarang Berjualan di Taman Tirosa, Pedagang Dipaksa Tandatangani Surat Pernyataaan

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluarkan larangan bagi para pedagang untuk melakukan aktivitas jualan di sekitar area bundaran taman Tirosa. Para pedagang dipaksa tandatangani surat pernyataan.

“Kalau untuk lokasi di taman Tirosa sama sekali tidak boleh ada pedagang yang berjualan. Sudah ada kesepakatan dan pernyataan dari pedagang. Kami  segera tertibkan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang, Orson Nawa, Selasa, 10 Mei 2022.

Menurut dia, seluruh pedagang yang melakukan kegiatan berjualan di lokasi tersebut dilarang dan akan direlokasi ke beberapa taman yang ada di Kota Kupang, seperti Taman Tagepe dan area alun-alun kota. Karena lokasi taman Tirosa bundaran PU sesuai peruntukkannya sebagai area publik dan diperuntuk lan bagi pejalan kaki atau pedestarian.

“Taman Tirosa itu pemanfaatannya beda dengan taman yang lain. Itu area publik bukan untuk dihalangi dengan penjualan, menggangu pejalan kaki,” tambah Orson.

Pemkot Kupang resmi mengeluarkan larangan dan melakukan penertiban para pedagang di area  bundaran Taman Tirosa, setelah dilakukan sosialisasi dan memasang tanda larangan berjualan di sekitar area tersebut.

Terdapat 52 pedagang kecil di Taman Tirosa yang dipaksa menandatangi surat pernyataaan untuk tidak berjualan dan mulai meninggalkan lokasi di sekitar area bundaran Taman Tirosa Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak tanggal 9 Mei 2022.

“Kita dipaksa untuk tanda tangan surat pernyataan agar tidak berjualan disini, tapi kami tidak ada yang tanda tangan,suratnya masih ada di saya,” kata salah satu pedagang kopi, Siti Mariam.

Dalam surat pernyataan tersebut tercantum beberapa poin bagi para pedagang yang telah melakukan aktivitas dagangan di bundaran Taman Tirosa, antara lain pedagang tidak menempati, berjualan atau berdagang  di wilayah sekitar taman Tirosa, membongkar atau meninggalkan lokasi berjualan tersebut terhitung tanggal 9 Mei 2022 dan menyatakan kesanggupan untuk mengembalikan lokasi ke kondisi semula.

“Setahun yang lalu, kita dagang diijinkan wali kota, sekarang datang lagi yang lain melarang kita jualan disini. Kita masyarakat kecil ini bagaimana,” kata salah satu pedagang, Agus.

Sekretaris Pansus DPRD Kota Kupang, Nining Basalamah meminta Pemkot Kupang mengkaji atau mengevaluasi kembali larangan bagi para pedagang yang berjualan di bundaran  taman Tirosa.

Dimana lokasi itu ada fasilitas internet gratis menjadi daya tarik bagi warga, sehingga membuka peluang bagi para pedagang kecil melakukan aktivitas jual – beli dalam memulihkan ekonomi pasca Covid-19.

“Saya tidak setuju dengan larangan ini, kalau mau lakukan penertiban pedagang sebaiknya dievaluasi kembali, karena sejauh ini aktivitas pedagang  tidak mengganggu,” kata Nining.

Larangan bagi pedagang berjualan di area bundaran Taman Tirosa berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2000 tentang ruang terbuka hijau Kota Kupang dan Perda Nomor 56 tahun 2002 tentang pengaturan tempat usaha dan pembinaan pedagang kaki lima kota Kupang pada tanggal 29 April 2022 oleh UPTD  Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup kota Kupang bersama  Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Kupang dan camat Oebobo. (Lid)


Bagikan :