Diduga Korupsi Dana Desa, Bendahara Nubalema Dua Ditahan Jaksa

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang merangkap sebagai Bendahara Dana Desa Nubalema Dua, Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, Bernadus Sabon Tawa ditahan Kejaksaan negeri (Kejari) Flores Timur terkait dugaan korupsi dana desa.

“Kami mendapat laporan dari Kejari Flores Timur terkait penahanan terhadap tersangka dugaan korupsi kasus dana desa,” kata Kasie Penkum Kejati NTT, Addul Hakim kepada wartawan, Selasa, 12 Januari 2021.

Dia menjelaskan berdasarkan laporan yang disampaikan disebutkan bahwa pada Selasa 12 Januari 2021 pukul 17.00 WITA bertempat di kantor Kejaksaan Negeri Flores Timur, Penyidik pada Cabang Kejaksaan Negeri Flores Timur di Waiwerang telah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Bernadus Sabon Tawa yang diduga melakukan perbuatan tindak pidana korupsi dalam Pengelolaan Dana Desa Nubalema Dua, Kecamatan Adonara Tengah Kabupaten Flores Timur TA 2017.

Kasus dugaan korupsi itu mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 261.905.500,00 (Dua Ratus Enam Puluh Satu Juta Sembilan Ratus Lima Ribu Lima Ratus Rupiah).

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, penyidik melakukan penahanan kepada tersangka selama 20 hari kedepan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor : Sprin -01 / N. 3.16.7/Fd.1/01/2021 tanggal 12 Januari 2021.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Primair Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP Subsidair Pasal 3, Jo Pasal 18 ayat UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP. (*/Ado)


Bagikan :