Diduga Curi Bansos, DPRD Minta Copot Agen Penyalur E-Warung

Bagikan :

Sidang DPRD Kota Kupang

NTTTERKINI.ID, Kupang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta Dinas Sosial segera mencopot  agen penyalur E-Warung yang melakukan tindak pencurian Bantuan Sosial (Bansos).

Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, mengatakan salah satu kasus yang menjadi temuan dan keluhan dari sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima bantuan yakni pada beberapa agen penyalur, salah satunya  E-Warung “Teratai” yang setiap akan mengambil bansos tersebut, namun yang didapat tidak sesuai yang seharusnya diterima.

Dia mencontohkan, jatah beras yang seharusnya di dapat sebanyak 15 kg , namun yang di terima hanya 10 kg, begitupula dengan komoditi telur, jika yang di dapat seharusnya 30 butiir, namun yang di terima hanya sebanyak 15 butir.

“Ini laporan dari banyak KPM yang mengadu,m dan ini sudah kedapatan mencuri bantuan berkali-kali. Diganti saja pengurus e-warungnya, masa pencuri dibiarkan,” tegas Yes.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kupang, Lodowyk Djungu Lap, mengatakan para agen penyalur tidak dapat diberhentikan, karena mengantongi Surat Keputusan (SK) kementrian sosial, namun temuan tersebut telah dittindaklanjuti dengan meminta agen penyalur tersebut bertanggung jawab dengan mengganti kerugian yang dialami oleh KPM.

“Untuk temuan penyelewengan ini akan ditindaklanjuti, dan bagi KPM yang dirugikan akan diganti sesuai jumlah kerugian. Kami tidak dapat memberhentikan karena kami masih meminta tanggung jawab mereka,” kata Lodowyk.

E -warung tersebut dibiayai oleh Kemensos dan dikelola oleh Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang terdiri dari 10 orang anggota yang menjadi agen penyalur bansos. 

Di kota Kupang terdapat sebanyak 30 e-warung salah satunya “Teratai” yang mengelola e-warung penyalur bansos berupa sembilan bahan pokok (Sembako). (Lid)


Bagikan :