Dibesarkan Golkar Hingga Pucuk Beringin

  • Whatsapp
Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Partai Golkar merupakan salah satu partai besar di Indonesia yang telah melahirkan berbagai kader yang memimpin negeri ini. Tak terlepas juga di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menelurkan berbagai kader dari tingkatan paling bawah hingga pucuk partai berlambang beringin itu.


Melki Laka Lena, misalnya, memulai karirnya dari tingkatan paling bawah di Partai Golkar yakni Kelompok kerja (Pokja) sejak tahun 2005 lalu. Perlahan namun pasti, karir Melki Laka Lena di Golkar terbilang sukses. Usai bergabung bersama Golkar di Pokja Keagamaan bersama kelompok cipayung, Melki akhirnya dimasukan dalam struktur DPP Partai Golkar sebagai pengurus harian atau Ketua Bidang Pemuda yang merangkap sebagai Ketua AMPG. Jabatan terakhir di DPP yakni sebagai Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Nusa Tenggara Bali tahun 2016 – 2020 dan Ketua PPK Kosgoro 1957 tahun 2017 – 2020.

“Di Golkar, saya berproses dari bawah menikmati proses, sehingga setelah mendapat hasil, maka betul-betul bertanggungjawab. Di Golkar mulai dari bawah. Saya masuk golkar sejak jaman pak Jusuf Kalla,” kata Melki kepada media ini, Rabu, 14 Oktober 2020.

Tak hanya sampai disitu karir Melki Laka Lena terus melejit, setelah meminta untuk turun ke daerah kepada Ketua Umum Golkar, kala itu dijabat Setya Novanto. Melki pun ditunjuk sebagai Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar NTT, menggantikan Ibrahim Agustinus Medah yang mundur dari Golkar.

Sebagai Plt Ketua DPD I Golkar NTT, Melki bertugas untuk menyiapkan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) untuk memilih Ketua DPD I Golkar definitif. Alih-alih mencari Ketua DPD I Golkar NTT, Melki justru terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Golkar NTT.

Menjabat sebagai Ketua DPD I Golkar NTT, Melki mulai mempersiapkan Golkar NTT lebih maju kedepan dengan berbagai program, seperti memperkuat sistem di Golkar hingga tingkatan paling bawah, desa dan kelurahan.

Dengan moto Golkar Milenial, Melki pun lebih banyak melibatkan kaum muda dan perempuan di struktur kepengurusan Partai Golkar NTT. Buktinya, Melki mengangkat Ince Sayuna sebagai sekretarisnya di Golkar NTT. Pemuda dan perempuan ini diberi ruang dalam setiap kegiatan partai.

“Keterlibatan peran perempuan dan kaum pemuda, sehingga mereka diberi porsi dalam struktur partai dan terlibat di setiap kegiatan-kegiatan partai,” ujarnya.

Tidak sampai disitu, Melki juga menbentuk sejumlah Satuan tugas (Satgas) disesuaikan dengan kondisi NTT. Satgas yang dibentuk diantaranya satgas anti human traffiking, satgas lawan korupsi, satgas pancasila, satgas lawan narkoba. Dia juga hendak mencetus satu lagi satgas yakni satgas pemulihan ekonomi. “Kami juga lagi persiapakan satgas pemulihan ekonomi, pasca covid,” katanya.

Jenjang karir Melki yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI terbilang berliku, pasalnya sebelumnya Melki pernah mencalonkan diri sebagai anggota legislative, namun tidak berhasil lolos. Tak hanya itu, Melki juga pernah mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Gubernur bersama Ibrahim Agustinus Medah, Calon Guberbur. Namun keduanya kalah dalam pemilu kepala daerah (Pilkada) 2013.

Siapa itu Melki Laka Lena? Pria yang lahir di Kupang pada 10 Desember 1976 itu memiliki nama lengkap Emanuel Melkiades Laka Lena. Sekalipun lahir di Kota Kupang, namun banyak yang tidak mengenal Melki Laka Lena. Melki Laka Lena sebentar saja di Kupang. Ketika menamatkan pendidikan Sekolah Dasar (SD) pada tahun 1989 di SDK Bon Bosco 3 Kupang.

Dia melanjutkan pendidikan ke SMP Seminari Pius XII Kisol, namun lulus dari SMPK Ndao, Ende pada tahun 1992. Dia lalu melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Farmasi Kupang, dan lulus tahun 1995. Dari situ dia melanjutkan studi S1 di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan lulus tahun 2001. Sejak itu dia berkarya diluar NTT.

Suami dari Mindriyanti Astiningsih ini cukup populer di kalangan aktivis muda. Karir politik Laka Lena diawali di Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Yogyakarta, yang mengantarnya kemudian menjadi Sekretaris Jendral Pengurus Pusat PMKRI periode 2002-2004. Karir Laka Lena di dunia Politik tidak terlampau mulus. Pada Pemilu Legislatif 2009 dia sempat maju menjadi Calon Legislatif DPR RI dari NTT, namun garis nasib belum menjadi miliknya.

Sama halnya dengan Melki, salah satu sosok perempuan yang sukses dalam organisasi politik di NTT yakni Inche DP Sayuna yang kini menjabat sebagai sekretaris Partai Golkar NTT.

Inche juga memulai karir organisasi dan berkecimpung di dunia politik, khususnya Partai Golkar mulai dari paling bawah. Awalnya Inche tergabung melalui Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) sejak berusia 17 tahun. AMPI terkenal sebagai satu-satunya organisasi orang muda.

Melanjutkan pendidikan ke jenjang unversitas dan memilih jurusan hukum, sosok perempuan berkulit putih semampai itu semakin menunjukkan kecintaannya akan politik yang akhirnya membawa dirinya mencintai juga dunia organisasi, sebagai wadah pembelajaran yang dapat membuat dirinya ingin terus belajar, mengasah ketrampilan yang tidak dapat di bangku formal, kemampuan berpikir, menganalisa dan kemampuan berbicara. 

“Saya suka politik, tapi saya juga punya kesadaran waktu itu, kalau saya sekolah 
pasti jadi sarjana hukum, tapi kalau mau jadi pemimpin saya harus masuk organisasi,” kata Inche

Sejak bergabung di AMPI dari menjabat sebagai anggota hingga wakil ketua, kemudian bergabung ke Partai Golkar dengan mengikuti seluruh rangkaian pengkaderan dari pelatihan dasar, pelatihan utama hingga tingkat nasional.

Partai Golkar dalam proses pengkaderan bagi generasi muda benar-benar menanamkan ideologi partai agar serius belajar politik, sehingga tidak  ada pilihan lain dan dapat berpindah-pindah ke partai lain.

“Seluruh proses pengkaderan Golkar saya ikut, karena itulah sampai hari ini tidak 
pernah pindah-pindah partai. Walaupun saya jatuh bangun, karena ideologi partai 
sudah membuat saya tidak melihat partai lain lebih hebat dari Golkar,” ujar Inche.

Awal mimpi sosok perempuan berpolitik, Inche Sayuna ingin menjadi profesor hingga mengambil profesi dosen selama 10 tahun dan tak pernah terbersit duduk di 
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). 

Mimpinya hanya ingin menjadi pemimpin entah memimpin di dunia pendidikan atau bidang lainnya, namun rasa cinta berorganisasi yang mendalam mengantar dirinya menjadi salah satu sosok wanita di NTT yang memiliki pengaruh di dunia politik yang masih di dominasi oleh kaum pria.

Mengikuti hampir semua organisasi yang ada di NTT antara lain AMPI, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Himpunan Wanita Karya (HWK), Pemuda Pancasila, dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dirinya terus bermimpi menjadi pemimpin. 

”Saya suka organisasi karena saya merasa suatu saat saya akan menjadi pemimpin, Mimpi yang besar akan diikuti oleh energi yang besar untuk mencapai itu,” tegasnya.

Inche DP Sayuna, perempuan kelahiran 11 Desember 1966 dikenal sebagai seorang sosok perempuan yang memiliki karakter kepemimpinan kuat. Tak hanya sebagai politisi, perempuan kelahiran Kabupaten TTS itu juga aktif di berbagai organisasi baik yang berbasis agama, bisnis, perempuan juga organisasi independen lainnya. 

Kini mimpinya tercapai dengan menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar NTT dan Wakil Ketua DPRD NTT. (Lidya Radjah)

Baca Juga :  Laka Lena Calon Tunggal Ketua Golkar NTT

Pos terkait