Buruh Kena PHK di Kota Kupang Capai 793 Orang

  • Whatsapp
Bagikan :

Ignasius Lega

NTTTERKINI.ID, Kupang – Jumlah pekerja atau buruh yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Kota Kupang,  Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 793 orang.

“Data tahun 2020, jumlah pekerja yang di PHK sebanyak 793. Ini menjadi data terbaru di Nakertrans Kota Kupang,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kota Kupang, Ignasius Lega, Selasa, 17 November 2020.

Menurut dia, pekerja yang di PHK disebabkan perusahaan yang memperkerjakan tenaga kerja mengalami resesi internal, akibat pendemi Covid-19.

Padahal pihak perusahaan dapat menerapkan kebijakan pengurangan jam kerja (shift) atau pengurangan upah pekerja sesuai dengan edara Kementrian Tenaga Kerja (Kemenaker).

PHK juga dapat dilakukan sepanjang ada kesepakatan antara perusahaaan dan pekerja, dengan ketentuan perusahaan tetap membayarkan pesangon berdasarkan masa kerja agar tidak menimbulkan perselisihan hingga peradilan hubungan industrial.

“Perusahaan yang lakukan PHK, karena resesi akibat Covid-19 harus ada kesepakatan antara pekerja dan perusahaan, sehingga tidak menimbulkan perselisihan yang berlanjut ke peradilan hubungan industrial,” tambah Ignasius.

Kasus buruh di PHK, namun tidak ada kesepakatan bersama dan hak-hak buruh tidak dibayarkan sesuai masa kerja dan kontrak di laporkan hingga di proses ke tingkat peradilan hubungan industrial dan sementara sedang berlanjut. (Lid)