BI NTT Apresiasi Inovasi Web Pasar Tradisional Gunakan QRIS

  • Whatsapp
Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Bank Indonesia perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) mengapresiasi inovasi yang dilakukan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan memfasilitasi pedagang di 17 pasar tradisional melalui website pasar dengan menggunakan QRIS sebagai transaksi pembayarannya.

“BI mendorong pasar-pasar tradisional maupun pasar modern menggunakan QRIS sebagai cenel pembayaran non tunai. Ini bukan saja kemudahan dalam bertransaksi, QRIS juga lebih efesien dibanding bertransaksi secara tunai,” Kata Kepala BI NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, saat peluncuran portal QRIS dan memperkenalkan Web Pasar BRI, Kamis, 24 September 2020.

Di NTT tercatat sebanyak 27.292 pedagang sudah terdaftar dan menggunakan QRIS dan sebanyak 23 persen atau 8.787 pedagang berlokasi di Kota Kupang.

Potensi peningkatan jumlah pedagang menggunakan QRIS masih cukup besar, jika di lihat dari total jumlah pedagang pasar dan Usaha Mikro,Kecil dan Menengah (UMKM).

“Penggunaan QRIS belum mencapai batas maksimal, masih jauh dari harapan. NTT harus minimal 60 ribu pedagang, sehingga kita terus mendorong perbankan untuk ikut aktif dalam implementasi QRIS,” tambah I Nyoman.

Adapun kendala implementasi QRIS di NTT yakni persoalan luasan wilayah yang berpulau-pulau, infrastruktur terutama jaringan dan listrik belum mencakup seluruh wilayah dan edukasi atau pemahamam masyarakat belum fasih dalam penggunaan QRIS sebagai salah satu metode pembayaran non tunai yang efesien.

QRIS bukan suatu aplikasi, namun merupakan standar pembayaran berbasis QR Code yang menjadi rujukan berbagai penyelenggara pembayaran menggunakan Handphone.

Dengan QRIS pelaku usaha di pasar tradisional, pedagang ritel UMKM maupun  transaksi donasi dapat menggunakan model pembayaran tanpa sentuhan atau kontak fisik secara tunai dengan hanya satu model QR Code. (Lid)

Baca Juga :  BI NTT:  Waspadai Impor Antar Daerah

Pos terkait