Bendung Oefafi Selesai Dikerjakan, Petani Kembali Menanam

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Pembangunan Bendung Oefafi di Desa Oefafi, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikerjakan sejak Februari 2021 akhirnya selesai dikerjakan, sehingga petani sawah bisa nikmati sumber air dari bendung tersebut.

“Pekerjaan sudah 100 persen. Sekrang hanya dalam proses pembersihan,” kata staf PT Bangun Konstruksi Persada, Deny Fajar kepada wartawan, Jumat, 14 Januari 2022.

Bacaan Lainnya

Baca Juga :  HWI Beri Reward Mobil bagi Dua Member di Kupang

Proyek dengan anggaran Rp26 miliar mulai dikontrakan sejak 18 Februari 2021. Namun saat dalam proses pengerjaan diterjang bencana Seroja, sehingga ditambah Rp2 miliar, sehingga totalnya Rp28 miliar lebih.

Selain diterjang seroja pada April 2021 lalu, pembangunan bendung ini juga sempat dihantam banjir pada Desember 2021, sehingga perancang jembatannya jebol. Akibatnya pihaknya harus kembali membangun perancang jembatan yang jebol.

“Harusnya sudah PHO, tapi dihantam banjir bandang, sehingga harus diperbaiki lagi, maka masih berlangsung hingga Januari 2022,” katanya.

Namun pengerjaan di Januari 2022, sesuai ketentuan maka pihaknya dikenai denda.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kabupaten Kupang Gugat BPK RI

Konsultan sepervisi, Jery Teti Paulili mengatakan pengerjaan sudah spek, hanya sementara lanjutin sisa pekerjaan karena dihantam banjir bandang.

“Setelah itu sudah bisa PHO. Pengerjaan sudah 100 persen. Terkendala banjir, maka masih dalam perbaikan,” katanya.

Sementara pengawas proyek, Marlen Harianja meminta agar kontraktor merapikan yang masih kurang. “Rapikan timbunan yang belum rapi, karena lumpur banyak,” tandasnya.

Masyarakat Oefafi, Afred boimau mengaku tahun lalu, petani tidak bisa menanam, karena bendung masih dalam proses pengerjaan. Namun sekarang lahan sawah petani seluas 115 hektare (ha) sudah bisa dialiri air dari bendung ini.

Baca Juga :  Mahasiswa Demo Tolak Kehadiran Pabrik Mangan

“Kami datang buka air untuk aliri area persawahan, karena sumber air sawah disini dari bendung Oefafi ini,” katanya.

Dengan adanya bendung Oefafi ini sangat membantu petani untuk menanam, karena sumber air dari bendungan Tilong sangat terbatas.

“Sebelumnya setahun hanya sekali tanam, namun dengan adanya bendung ini bisa dua kali tanam padi,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, sejumlah alat berat seperti eksavator melalukan pembersihan di areal bendung. Sebagian tenaga kerja lagi mengecat pagar pagar bendung. (Ado)


Bagikan :

Pos terkait