Bansos Kota Kupang Ditimbun di Kantor Kelurahan

  • Whatsapp
Bagikan :

Lodowyk Djungu Lape

NTTTERKINI.ID, Kupang – Bantuan Sosial (Bansos) berupa kebutuhan pokok di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang seharusnya disalurkan ke warga penerima, ternyata ditimbun di kelurahan, akibatnya tidak semua warga mendapatkan bantuan tersebut.

“Hari ini saya sidak di  51 kelurahan dan ternyata memang ada banyak bantuan disana. Saya juga bingung dan tidak mengerti dengan yang dilakukan di kelurahan. Bantuan banyak tapi di simpan,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodowyk Djungu Lape, Kamis, 22 Oktober 2020.

Menurut dia, bantuan sosial kebutuhan pokok berupa beras masih banyak tertimbun di tiap kelurahan dan belum disalurkan bagi warga penerima. Padahal banyak warga miskin langsung mendatangi kantor Dinas Sosial guna mengadu belum mendapatkan bantuan apapun.

Jenis bantuan yang ada antara lain bantuan sosial Covid-19, Program Keluarga Harapan (PKH), maupun bantuan sosial yang dialokasikan dari pemerintah provinsi.

“Saya sudah meminta pada lurah hingga RT/RW agar warga yang belum mendapat bantuan segera diberikan, namun tidak diindahkan,” tambah Lodowyk.

Salah satu warga Oetete Kecamatan Oebobo Yunita mengaku selama ada bantuan sosial program pemerintah, dirinya tidak pernah mendapat bantuan. Bantuan beras sebanyak 15 kg baru didapatkan bulan lalu dan hanya sekali itu.

Padahal menurutnya banyak warga miskin yang terdata untuk mendapat bantuan secara reguler berupa uang tunai maupun Sembilan Bahan Pokok (Sembako)

“Sejak awal tahun hingga hari ini hanya satu kali bantuan yaitu bulan lalu dan hanya berupa beras sebanyak 15 kg. Padahal warga lain mendapat bantuan beras dalam paket sembako ataupun uang tunai selama beberapa bulan,” kata Yunita.

Dinas sosial menyayangkan pola distribusi pihak kelurahan yang terkesan memilih warga penerima dan memilih menimbun bantuan daripada menyalurkan bagi warga yang membutuhkan.

Sementara itu Lurah Oetete saat di konfirmasi tidak dapat di hubungi. (Lid)

Baca Juga :  Ribuan Keluarga Tidak Mampu Terima Bantuan Beras

Pos terkait