Bank Bukopin Diminta Bertanggungjawab Raibnya Uang Rp3 Miliar milik Nasabah

Bagikan :

NTTTERKINI.ID, Kupang – Rebeca Adu Tadak meminta Bank Bukopin untuk bertanggungjawab atas hilangnnya uang sebesar Rp3 Miliar miliknya yang di deposito di bank tersebut.

“Yang kami tahu, uang kami di deposito di rekening Bank Bukopin. Jadi Bank Bukopin yang harus bertanggungjawab,” kata Rebeca saat menggelar konfrensi pers, Rabu, 11 Agustus 2021.

Sebelumnya dia mengaku telah mendepositkan uang sebesar Rp2 miliar di Bank Bukopin hingga 2019. Saat jatuh tempo pada 27 Desember 2019, dirinya meminta untuk menambahkan Rp1 miliar nilai deposit hingga total menjadi Rp3 miliar.

Karena menjadi nasabah prioritas, sehingga pelayanannya selalu dilakukan di rumahnya, tanpa harus mendatangi kantor bank.

Saat jatuh tempo, lanjutnya, petugas Bank Bukopin mendatanginya dengan membawa sejumlah slip perbankan untuk ditandatangani yang diketahuinya untuk mengurus deposito senilai Rp3 miliar.

“Saat itu buku bank saya juga dibawa serta, namun tak dikembalikan,” jelasnya.

Karena itu, suaminya ke Bank Bukopin untuk mengambil buku bank tersebut baru diketahui uang deposit senilai Rp3 miliar tidak tercantum dalam buku itu, sehingga korban mempertanyakan dana deposit itu.

Korban bersama keluarga pun mendatangi Bank Bukopin guna mendapat penjelasan tentang dana deposit yang raib tanpa jejak.

Tak lama berselang pegawai Bank Bukopin yang mengurus deposit bank miliknya mendatangi dirinya bersama seorang ibu yang biasa disapa Aci. Aci itu menjelaskan uang deposit Rp3 miliar tidak berada di Bank Bukopin, tapi di deposito ke PT Mahkota Properti Indo Permata Jakarta.

“Saya kaget dan marah serta mengusir mereka, karena saya tidak pernah meminta uang saya dipindahkan ke PT Mahkota,” tegasnya.

Dia pun mempertanyakan terkait pengalihan uang dari Bank Bukopin ke PT Mahkota tanpa persetujuannya. Karena itu, dia merasa ditipu Bank Bukopin.

“Masa perpindahan uang Rp3 miliar tanpa sepengetahuan direksi Bank Bukopin. Itu kan aneh. Uang saya disimpan di Bank Bukopin, bukan PT Mahkota,” tegasnya.

Kasus raibnya uang Rp3 miliar ini telah dilaporkan ke Polda NTT untuk ditangani. “Saat ini masih ditangani di Kriminal umum Polda NTT,” kata anak korban, Trinotji Damayanti Isliko Adu. (Ado)


Bagikan :